TULANG BAWANG BARAT II ONTV.CO.ID – Polemik mengenai keberadaan kandang babi di Tiyuh Tirta Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mendapat tanggapan langsung dari pemilik usaha, Yudo Sampurno. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait pencemaran lingkungan maupun lokasi kandang yang disebut berada di tengah pemukiman mayoritas Muslim adalah tidak benar.
Kandang Berjarak Lebih dari 500 Meter dari Pemukiman.
Dalam klarifikasinya, Yudo menegaskan kandangnya tidak berada di tengah pemukiman, melainkan berjarak lebih dari 500 meter dari rumah warga. Selain itu, ia sudah mengantongi izin lingkungan dengan tanda tangan dari 16 warga sekitar lokasi.
> “Ada beberapa media yang memberitakan seolah-olah usaha saya tidak berizin. Faktanya, saya sudah punya surat izin lingkungan. Kandang juga tidak berada di tengah pemukiman, tapi lebih dari 500 meter jaraknya,” ujar Yudo, Kamis, (02/10/2025).
Terkait tudingan pencemaran lingkungan, Yudo membantah keras. Ia menyebut hanya menggunakan pakan kering berupa sentrat, dedak, dan katul, sehingga tidak menimbulkan bau menyengat.
Selain itu, limbah kotoran ternak juga telah ia kelola secara mandiri. Ia membangun kolam khusus di lahan pribadi, menanam pohon sengon di sekelilingnya, dan memanfaatkan hasil olahan limbah sebagai pupuk organik.
> “Kalau ada yang bilang bau busuk atau mencemari sungai, itu bohong. Silakan buktikan langsung ke warga yang menandatangani izin,” tegasnya.
Lingkungan Mayoritas Kristen, Bukan Sumber Konflik.
Yudo juga menepis isu yang menyebut keberadaan kandang memicu keresahan sosial. Menurutnya, lingkungan sekitar kandang justru mayoritas dihuni warga beragama Kristen.
> “Kalau secara keseluruhan memang mayoritas Islam. Tapi lingkungan kandang saya ini adalah lingkungan gereja, lingkungan orang Kristen. Jadi tidak pernah ada gejolak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yudo menyebut usahanya masih dalam skala kecil dengan jumlah ternak baru 56 ekor. Ia bahkan belum memiliki indukan karena usaha baru berjalan sekitar dua minggu.
> “Saya ini peternak kecil, pribadi, bukan investor besar. Jadi jangan dibesar-besarkan,” pungkasnya.
Melalui pernyataan ini, Yudo berharap masyarakat dapat memahami kondisi sebenarnya dan tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang tidak akurat. Ia menekankan pentingnya klarifikasi agar isu ini tidak menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.(Made)












