INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID —Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin memanas setelah Ukraina melancarkan serangan drone terbesar dalam sejarah perang ini, menghancurkan 40 pesawat tempur Rusia di beberapa pangkalan militer. Sebagai respons, Rusia meluncurkan serangan balasan besar-besaran, menggunakan drone dan rudal untuk menyerang berbagai target di Ukraina.
Menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Rusia, serangan balasan ini dilakukan terhadap lima wilayah Ukraina termasuk Kyiv, Kharkiv, dan Odessa. Rusia mengklaim bahwa 472 drone telah dikirim ke wilayah Ukraina, menjadikannya serangan drone terbesar sejak invasi dimulai pada 2022. Selain itu, tujuh rudal juga ditembakkan secara bersamaan, menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur strategis.
Serangan Ukraina sebelumnya, yang disebut sebagai Operasi Jaring Laba-laba menggunakan 117 drone untuk menyerang pangkalan udara Rusia di Murmansk, Irkutsk, Ivanovo, Ryazan, dan Amur. Serangan ini menyebabkan kerusakan besar pada pesawat pembom strategis Rusia, termasuk Tu-95 dan Tu-22M3, yang sering digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah ke Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut operasi ini sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam perang, sementara Rusia mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan teroris. Moskow juga mengklaim bahwa beberapa drone Ukraina berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target mereka.
Di tengah ketegangan ini, kedua negara dijadwalkan bertemu dalam perundingan damai di Istanbul, Turki, pada 2 Juni 2025. Namun, dengan meningkatnya intensitas serangan dari kedua belah pihak, prospek perdamaian tampak semakin sulit dicapai.***












