SUMBAWA BARAT-NTB || ONTV.CO.ID — Seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis, Julien Cormons, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa Barat. Kuasa hukum korban, Erry Setiawan, SH., MH., CPCLE, mendesak Polres Sumbawa Barat untuk segera menindak tegas seluruh pelaku, termasuk aktor intelektual yang diduga menjadi dalang insiden tersebut.
Investasi Berniat Baik Berujung Petaka
Menurut Erry, kliennya datang ke Indonesia dengan niat baik untuk berinvestasi dan memberdayakan masyarakat lokal. Namun, niat tersebut justru berujung pada tindakan kriminal yang menyebabkan korban harus dirujuk ke RS Asyifa untuk menjalani perawatan medis.
“Kami meminta Polres Sumbawa Barat bertindak tanpa pandang bulu. Tidak hanya eksekutor di lapangan, tetapi juga provokator yang mengorganisir aksi kekerasan ini,” tegas Erry.
Citra Penegakan Hukum Terancam
Erry menyoroti dampak luas dari kasus ini, yang tidak hanya merugikan korban secara fisik dan psikologis, tetapi juga mencoreng citra penegakan hukum Indonesia di mata dunia. Terlebih, insiden terjadi di area villa korban dan disaksikan oleh tamu internasional dari berbagai negara.
Dugaan Keterlibatan Aktor Intelektual
Kuasa hukum menduga mantan istri JT, seorang WNA asal Belgia, sebagai aktor intelektual yang aktif melakukan provokasi. Erry menyebut bahwa individu tersebut berada di lokasi kejadian, memperkuat dugaan keterlibatan langsung.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi terkait status dan keberadaan terduga pelaku untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Langkah Hukum dan Harapan
Erry menyatakan akan menyurati Polda NTB dan Mabes Polri agar kasus ini mendapat perhatian khusus, mengingat pentingnya menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional.
“Kami percaya Polres Sumbawa Barat mampu menangani kasus ini secara profesional. Penegakan hukum harus menyasar seluruh pelaku, termasuk otak utama di balik insiden ini,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi melalui telepon dan WhatsApp.
(Barsa-NTB)








