INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Hubungan antara India dan Pakistan kembali memanas setelah serangan mematikan di wilayah Kashmir yang menewaskan 26 warga sipil. Insiden ini memicu baku tembak antara pasukan kedua negara di sepanjang Garis Kontrol (LoC), yang merupakan perbatasan de facto di wilayah sengketa tersebut.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengklaim bahwa pihaknya memiliki intelijen yang menunjukkan India tengah merencanakan serangan militer dalam waktu dekat. Pakistan berjanji akan memberikan respons tegas jika serangan tersebut benar-benar terjadi.
Sebagai respons terhadap insiden di Pahalgam, India menuduh Pakistan mendukung kelompok militan yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Islamabad membantah tuduhan tersebut dan menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di kawasan.
PBB melalui juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyerukan agar kedua negara menahan diri dan menyelesaikan konflik melalui dialog. Organisasi internasional ini juga mengutuk serangan di Kashmir dan menegaskan bahwa penyelesaian damai adalah satu-satunya jalan keluar untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Selain ketegangan militer, India secara sepihak menangguhkan Perjanjian Air Sungai Indus, yang selama puluhan tahun mengatur pembagian air antara kedua negara. Pakistan mengecam langkah ini dan memperingatkan bahwa setiap upaya India untuk mengalihkan atau menghentikan aliran air ke wilayah Pakistan akan dianggap sebagai tindakan perang.
Dengan meningkatnya ketegangan, komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat dan China, mendesak kedua negara untuk menahan diri dan menghindari konflik terbuka yang dapat berdampak luas bagi stabilitas regional.***












