LOMBOK.TIMUR || ONTV.CO.ID —Organisasi masyarakat yang mengatasnamakan diri Koalisi Aktivis Lombok Bersatu (KALB) mengumumkan akan melakukan aksi tandingan di Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (29/5/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap unjuk rasa sebelumnya yang dilakukan oleh Komite Pemekaran Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) pada 26 Mei 2025.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Koordinator Umum KALB, HL Iswan Muliady, aksi tandingan ini akan melibatkan sweeping kendaraan pengangkut sandang pangan menuju Pulau Sumbawa. KALB menegaskan bahwa mereka akan menyisir kendaraan yang melakukan perjalanan ke Pulau Sumbawa melalui rute Kayangan-Tano.
“Kami sangat kecewa atas aksi yang dilakukan oleh massa KP4S di Kabupaten Sumbawa Barat, yang menyebabkan kemacetan panjang dari pukul 12 siang hingga 18.00 WITA. Jika besok kami melakukan aksi lebih keras, jangan salahkan kami,” tegas HL Iswan.
Menurutnya, pihak KALB telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kapolres Lombok Timur pada Selasa (27/5/2025) dan menetapkan Pelabuhan Kayangan sebagai titik aksi utama. Sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan di berbagai desa, termasuk Jengik, Masbagik, Lenek, Aikmel, Pringgebaya, dan Labuhan Lombok, agar sementara waktu tidak berniaga ke Pulau Sumbawa selama aksi berlangsung.
Menanggapi ancaman aksi tandingan ini, Ketua Umum KP4S Sumbawa Barat, M. Syahril Amin (MSA), menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan aksi yang akan dilakukan oleh KALB selama berlangsung secara damai. Namun, ia menyayangkan rencana sweeping kendaraan, yang menurutnya tidak rasional.
“Apa hubungannya aksi KP4S dengan mereka? Kami penduduk Pulau Sumbawa hanya ingin mempercepat pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto dan Kemendagri. Kami sudah kenyang makan janji dari pemerintahan sebelumnya, dari era SBY, Jokowi, hingga saat ini, yang hanya meninggalkan janji tanpa realisasi,” ungkap Syahril.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tuntutan pemekaran ini bukan bentuk permusuhan terhadap penduduk Lombok, tetapi dorongan agar Pulau Sumbawa dapat mengatur daerahnya sendiri dengan lebih baik.
Terkait kecaman dari KALB, Syahril mengingatkan agar aksi yang dilakukan tidak berujung anarkis.
“Jika mereka akan melakukan aksi lebih keras, mereka akan berhadapan dengan aparat. Jangan mencari kesalahan di atas perjuangan orang lain. Mari kita berpikir dengan akal sehat bahwa penduduk Pulau Sumbawa hanya menuntut hak mereka atas ketidakadilan yang selama ini dirasakan,” tambahnya.
Menyikapi situasi yang semakin memanas, berbagai pihak berharap agar kedua kelompok dapat menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pihak keamanan telah siap melakukan pengamanan di Pelabuhan Kayangan guna memastikan bahwa aksi berlangsung dalam kondisi yang tertib dan aman tanpa mengganggu aktivitas warga yang bepergian.
Aksi ini menjadi perhatian publik, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Pulau Sumbawa melalui Pelabuhan Kayangan. Aparat setempat telah memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar mengikuti perkembangan situasi dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan mereka.(Biro-KSB)












