SUBANG || ONTV.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, didampingi Bupati Subang Reynaldi Anandita Putra, menghadiri acara “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Subang”, sebuah Festival Layanan Publik dan Hiburan Khas Jawa Barat yang diselenggarakan di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang pada Rabu malam (28/5/2025).
Acara ini disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat, terlihat dari ribuan warga yang hadir memenuhi lokasi. Dalam sambutannya, Bupati Subang Reynaldi menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur yang dikenal sebagai “Bapa Aing” oleh masyarakat Subang.
“Salajengna urang sami-sami, ieu program Pak Gubernur kanggo sumping, kanggo tepang langsung sareng seluruh masyarakat khususna Kabupaten Subang,” ujarnya dalam bahasa Sunda. Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, ia menyampaikan,
“Selanjutnya kita sama-sama, ini program Pak Gubernur untuk datang, untuk bertemu langsung dengan seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Subang.”
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana penerapan jam malam untuk anak-anak sekolah atau pelajar pada pukul 21.00 WIB. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan angka tawuran remaja serta tindakan negatif lainnya yang sering terjadi pada malam hari.
“Berangkat dari rumah jam 10 malam, jam berapa anak-anak berkelahi? Jam 11, jam 12, jam 1, jam 2. Jam-jam tersebut anak-anak berkelahi. Dimana janjiannya? Sesuai kesepakatan perjanjian di Instagram,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyinggung masih banyaknya lokasi praktek prostitusi di beberapa wilayah Kabupaten Subang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menemukan solusi terkait permasalahan tersebut.
“Anak-anak dari PSK harus jadi anak angkat bupati dan gubernur, agar mendapat kehidupan dan pendidikan yang layak. Hal ini juga akan meringankan beban orang tua mereka,” tandasnya.
Menurut Dedi, para pekerja seks komersial (PSK) juga perlu diberikan pelatihan keterampilan dan pekerjaan agar bisa memiliki penghasilan yang lebih stabil. Ia menyarankan agar mereka diberi pekerjaan seperti menjadi petugas kebersihan di kantor pemerintahan.
“Jadi bukan hanya membubarkan, tapi juga memikirkan bagaimana mereka bisa mendapatkan penghasilan,” katanya. Dedi Mulyadi juga meminta agar para PSK di daerah Janem Pantura didata untuk pendataan lebih lanjut.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat tetapi juga momentum untuk membahas berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan warga Subang.(Ns)












