Daerah

Faktor Cuaca Ektrim di Akhir Tahun 2024 Pengaruhi Hasil Tangkapan Nelayan

×

Faktor Cuaca Ektrim di Akhir Tahun 2024 Pengaruhi Hasil Tangkapan Nelayan

Sebarkan artikel ini

SUBANG || ONTV.CO.ID – Ditemui usai Rapat Tahunan Anggota (RAT) Tahun Buku 2024, Ketua KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Dasam MB mengungkapkan beberapa hal terkait pertanggung jawaban pengelolaan dan apa saja yang telah dilaksanakan selama tahun 2024 oleh KUD yang dipimpinnya, Jumat (28/2/2205).

RAT kali ini selain untuk laporan pertanggungjawaban pengurus koperasi terkait perkembangan dan pengelolaan usaha koperasi, Sisa Hasil Usaha (SHU) dan lainnya, juga untuk menentukan atau memilih Pengawas KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Untuk SHU tahun 2024 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023, salah satu penyebabnya adalah penurunan hasil tangkapan ikan para nelayan akibat faktor cuaca yang tak menentu,” ungkap Dasam MB, Ketua KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Blanakan.(28/2/2025)

Menurutnya, cuaca pada bulan September, Oktober, November dan Desember tahun 2024 bahkan hingga 2025 sekarang ini sulit diprediksi dan berpotensi ekstrim seperti gelombang tinggi dan angin kencang yang dikatakan sebagai musim barat atau ‘baratan’.

Namun meski demikian KUD Mandiri Mina Fajar Sidik justru secara pelayanan dan kebijakan ada hal yang luarbiasa.

“Justru mulai tahun 2024 awal dalam satu tahun, KUD Mandiri Mina Fajar Sidik berupa mesin 24 pk hampir semua anggota atau mencapai 90% dari jumlah anggota secara cuma-cuma,” jelas Dasam.

Selain itu, Dasam menambahkan ada dana kompensasi, sebesar maksimal hingga Rp. 2 juta tergantung dari skala produksinya yang berasal dari kelebihan retribusi dari pelelangan ikan.

“KUD Mandiri Mina Fajar Sidik sendiri untuk retribusi kepada pemerintah ditarget pertahun sebesar Rp. 500 juta dan kelebihannya akan digunakan untuk menutup hutang tidak tertagih dan memberikan bantuan modal kepada anggota,” ucap Dasam.

Dasam mengatakan, terkait efisiensi yang harus diterapkan di sebuah koperasi tidak mudah karena koperasi merupakan usaha bersama yang keputusannya harus berdasarkan persetujuan atau pengajuan dari anggota sehingga kebih mengedepankan kebijakan.

“Kalau koperasi kan beda dengan perusahaan yang hanya mengejar profit, koperasi harus lebih mengedepankan kepentingan bersama,” ujarnya.

Untuk tahun 2025 sendiri, Dasam tidak terlalu muluk-muluk berharap dalam mentargetkan capaian ke depan, dikarekan dalam situasi dan kondisi perekonomian seperti sekarang ini, Ia akan lebih fokus memikirkan bagaimana dapat mempertahan capaiam tahun sebelumnya.

Ketua Pengawas terpilih Carta mengatakan sebagai pengawas mewakili semua anggota untuk mengawasi pengelolaan KUD Mandiri Mina Fajar Sidik.

“Kami bertugas melakukan pengawasan semua kegiatan pengelolaanyang dilaksanakan pengurus dan juga kebijakan-kebijakan yang diambil oleh KUD Mandiri Mina Fajar Sidik,” jelas Carta.

Mewakili para anggota, Carta berharap dapat bersama-sama memajukan koperasi deni kesejahteraan anggota.(nanang suparman)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan