BeritaDaerahKDMPemerintahan

Dedi Mulyadi Soroti Kemiskinan dan Strategi Pembangunan, Akhir Rapat Paripurna DPRD Jabar Ajak “Walkout Bersama-sama”

×

Dedi Mulyadi Soroti Kemiskinan dan Strategi Pembangunan, Akhir Rapat Paripurna DPRD Jabar Ajak “Walkout Bersama-sama”

Sebarkan artikel ini

BANDUNG || ONTV.CO.ID – Pada rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (22/5/2025), yang membahas pengesahan Raperda dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti berbagai faktor yang menyebabkan kemiskinan di provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kemiskinan bukan hanya terjadi karena menurunnya pendapatan, tetapi juga karena tingginya biaya hidup.

Salah satu aspek yang ia bahas adalah biaya tinggi dalam dunia pendidikan, seperti study tour, outing class, perpisahan sekolah, dan wisuda, yang menurutnya membebani orang tua.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Apa yang dilakukan oleh orang tua ketika membelanjakan untuk kepentingan itu, mereka pinjam bang emok, mereka pinjam keliling, mereka pinjam pinjol,” ungkap Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa mencegah kebiasaan meminjam uang untuk kebutuhan sekolah dapat menjadi salah satu strategi mengurangi angka kemiskinan.

Dedi Mulyadi juga menyoroti bagaimana kemiskinan semakin memburuk ketika seseorang sakit tetapi tidak memiliki akses untuk berobat, terutama bagi masyarakat yang BPJS-nya tidak mencakup semua kebutuhan medis.

Selain itu, ia mengungkap bahwa kerusakan lingkungan juga menjadi penyebab utama kemiskinan.

“Air yang hilang, sumber penghidupan yang hilang, sumber energi yang hilang, sumber protein yang hilang, sumber kalori yang hilang akibat perusakan lingkungan, itu bisa melahirkan kemiskinan,” paparnya.

Untuk mengatasi hal ini, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya penataan ekologi sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyinggung belanja infrastruktur yang meningkat, yang ia anggap sebagai langkah konkret dalam menanggulangi kemiskinan.

Menurutnya, konektivitas infrastruktur berperan penting dalam menumbuhkan ekonomi. Selain itu, pertumbuhan populasi yang pesat di Jawa Barat perlu diantisipasi dengan kebijakan kependudukan yang tepat guna mengurangi dampak sosial dan ekonomi negatif.

Ia menegaskan bahwa belanja pemerintah harus menjadi stimulus bagi kepentingan masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja.

“Jumlah proyek harus segera digulirkan, digelontorkan menjadi kegiatan publik sehingga banyak orang yang kuli, banyak orang yang nyapu, banyak toko-toko yang buka semen terjual, besi terbeli, dan kemudian regulasi ekonomi berjalan. Warung-warung bisa menjadi tempat para kuli makan siang,” katanya.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi stimulus ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah, yang memiliki potensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 12%.

Terkait investasi, ia menyebutkan tiga faktor utama yang menunjang perkembangan ekonomi, yakni:

  1. Konektivitas infrastruktur
  2. Pelayanan perizinan yang cepat
  3. Iklim investasi yang sehat bagi investor

Menutup pidatonya dengan gaya khasnya, Dedi Mulyadi mengajak seluruh hadirin untuk “walk out” bersama-sama, menambah kesan humoris dalam pertemuan tersebut.(Ns)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan