INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID —Sebanyak 22 negara, termasuk Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Selandia Baru, mendesak Israel untuk segera membuka akses penuh bagi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Seruan ini muncul setelah lebih dari dua bulan blokade yang menyebabkan krisis kelaparan semakin parah.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada 19 Mei 2025, para menteri luar negeri dari negara-negara donor utama menegaskan bahwa makanan, obat-obatan, dan pasokan penting telah habis, sehingga penduduk Gaza menghadapi ancaman kelaparan yang semakin memburuk. Mereka juga menolak rencana Israel yang ingin mengganti sistem distribusi bantuan sebelumnya dan menuntut agar PBB serta organisasi kemanusiaan dapat bekerja secara independen dan tidak memihak.
PBB mengonfirmasi bahwa hanya sembilan truk bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza, jumlah yang mereka sebut sebagai “setetes di lautan” dibandingkan dengan kebutuhan yang ada. Para pemimpin dunia menegaskan bahwa Israel harus segera menghentikan aksi militer baru yang semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Selain tekanan diplomatik, beberapa negara seperti Inggris, Prancis, dan Kanada mengancam akan mengambil tindakan konkret, termasuk kemungkinan sanksi terhadap Israel, jika akses bantuan tidak segera dibuka secara penuh.
Krisis kemanusiaan di Gaza terus menjadi perhatian global, dengan berbagai pihak mendesak solusi cepat untuk mengatasi kelaparan dan memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.***












