LUBUK BASUNG-SUMBAR || ONTV.CO.ID – Ribuan masyarakat sepanjang jalan utama Kota Lubuk Basung, Senin (18/8/2025), untuk menyaksikan Pawai Alegoris dan Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Agam. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan 32 tahun Lubuk Basung sebagai Ibukota Kabupaten Agam.
Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, bersama Wakil Bupati Muhammad Iqbal, SE, M.Com, secara resmi melepas keberangkatan peserta pawai dengan pengibasan bendera start di depan Rumah Dinas Bupati Agam. Hadir pula unsur Forkopimda, OPD, Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis, serta Ketua GOW Agam, Ny. Maya Muhammad Iqbal.
Dalam sambutannya, Bupati Benni Warlis mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai pemantik semangat persatuan dan gotong royong.
“Pawai alegoris ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ajang untuk memperkuat persaudaraan dalam keberagaman. Dari Minangkabau hingga Nusantara, kita semua bersatu untuk Indonesia maju,” ujarnya.
Atraksi Budaya dan Kreativitas Masyarakat
Pawai yang dimulai dari depan Rumah Dinas Bupati Agam ini menyuguhkan beragam atraksi, mulai dari drum band, pasukan paskibra, mobil dan sepeda hias, parade baju profesi, kesenian daerah, hingga pameran hasil pertanian. Seluruh rangkaian kemudian berakhir di SMP Negeri 1 Lubuk Basung.
Masyarakat dibuat kagum dengan penampilan rombongan Wong Jawa yang menghadirkan Hanoman Obong, patung raksasa yang ikut diarak di tengah keramaian. Atraksi ini menjadi salah satu daya tarik utama, menambah semarak suasana pawai.
Tidak hanya itu, para pejabat dan undangan terlihat kompak mengenakan pakaian adat Minangkabau, mencerminkan kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat pesan persatuan dalam keberagaman.
Antusiasme Tinggi Warga
Sejak pagi, jalanan utama Lubuk Basung sudah dipadati ribuan warga yang antusias menonton. Suasana penuh warna, kreativitas, dan kegembiraan terpancar sepanjang jalur pawai.
Dengan semangat kemerdekaan dan kebersamaan, Pawai Alegoris dan Budaya tahun ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Agam mampu menjaga warisan budaya sekaligus beradaptasi dengan kemajuan zaman.
(Citra Yofvie ardina)












