INTERNASIOANAL || ONTV.CO.ID – Sejumlah negara di Eropa kini bersiap menghadapi kemungkinan konflik bersenjata di masa depan. Pemerintah setempat telah mengimbau warganya untuk memperkuat kesiapsiagaan dengan menimbun makanan dan perlengkapan penting untuk bertahan hidup setidaknya selama 72 jam.
Ketegangan geopolitik yang semakin meningkat, terutama terkait perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, mendorong langkah-langkah ini. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, memperingatkan bahwa Rusia berpotensi melancarkan serangan skala penuh ke Eropa pada tahun 2030.
Selain itu, konflik di Timur Tengah serta ketegangan antara China dan Amerika Serikat juga menjadi faktor yang meningkatkan kewaspadaan.
Komisi Eropa telah merilis panduan darurat yang mencakup langkah-langkah kesiapsiagaan bagi 450 juta penduduk Uni Eropa.
Beberapa negara telah mengambil langkah konkret:
- Swedia menerapkan wajib militer dan sistem pertahanan total bagi warga berusia 16-70 tahun.
- Prancis merilis panduan krisis yang mencakup persiapan menghadapi serangan nuklir.
- Finlandia telah lama memiliki tempat perlindungan bom di apartemen dan gedung perkantoran.
- Jerman memperbarui dokumen pertahanan yang mengatur kehidupan warga jika terjadi perang.
Di beberapa negara, pemerintah telah mulai menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai strategi bertahan jika terjadi situasi darurat, termasuk melalui pamflet edukasi dan aplikasi khusus.
Menurut Komisaris Uni Eropa untuk Manajemen Krisis, Hadja Lahbib, langkah ini bukan untuk menakut-nakuti warga, tetapi untuk memastikan kesiapan menghadapi ketidakpastian global.
Eropa kini berada dalam fase antisipasi dan kewaspadaan tinggi menghadapi perkembangan situasi dunia. Bagaimana menurut Anda,***












