LOMBOK TIMUR-NTB || ONTV.CO.ID – Pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Laskar NTB Lotim, yang menilai adanya potensi konflik kepentingan dalam proses seleksi calon pimpinan BAZNAS.
Ketua Laskar NTB Lotim, Khairul Azmi menyoroti posisi H. Hasni, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BAZNAS Lotim, sekaligus menjadi Sekretaris Pansel BAZNAS Lotim.
Menurutnya, keterlibatan seorang Plt dalam panitia seleksi berpotensi menimbulkan ketidaknetralan dalam proses pemilihan.
“Seorang Plt pimpinan BAZNAS yang masih aktif memiliki kedekatan dengan struktur organisasi dan mungkin memiliki kepentingan dalam proses seleksi. Keterlibatan Plt dalam Pansel dapat menimbulkan persepsi konflik kepentingan, terutama jika Plt tersebut berencana mencalonkan diri sebagai pimpinan definitif,” ujar Khairul Azmi.
Laskar NTB Lotim menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap BAZNAS. Oleh karena itu, mereka menyarankan agar anggota Pansel berasal dari pihak yang netral dan tidak memiliki afiliasi langsung dengan BAZNAS.
“Kami menyarankan agar anggota Pansel berasal dari pihak independen yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan BAZNAS. Ini demi menjaga integritas dan objektivitas proses seleksi,” tambahnya.
Mereka menekankan bahwa keputusan yang diambil harus mengutamakan kepentingan umat dan memastikan bahwa calon pimpinan BAZNAS yang terpilih benar-benar memiliki kredibilitas serta komitmen dalam menjalankan amanah.
“Kami ingin proses seleksi ini berjalan dengan transparan dan jauh dari kepentingan pribadi. BAZNAS adalah lembaga yang mengelola dana umat, sehingga harus dipimpin oleh orang-orang yang benar-benar amanah,” tutup Khairul Azmi.
Laskar NTB Lotim berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan aspek etika dalam pembentukan Pansel BAZNAS.(den lombok)












