INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Ketegangan antara **India dan Pakistan** telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade, dengan Kashmir.sebagai pusat konflik utama. Sejak kemerdekaan kedua negara dari Inggris pada 1947, wilayah ini menjadi sengketa karena mayoritas penduduknya beragama Muslim, tetapi diperintah oleh seorang maharaja Hindu, Hari Singh.
Pembagian India dan Pakistan (1947)
Saat Kemaharajaan Britania India dibagi menjadi India dan Pakistan, Kashmir menghadapi dilema: bergabung dengan India atau Pakistan. Pakistan mengklaim wilayah ini berdasarkan komposisi demografisnya, sementara India menerima Kashmir setelah maharaja meminta bantuan militer untuk menghadapi pemberontakan.
Perang Pertama dan Garis Kontrol (1947–1949)
Konflik pertama pecah antara India dan Pakistan, berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi PBB. Garis Kontrol (LoC) pun dibentuk, membagi Kashmir menjadi dua bagian: satu dikuasai India, satu dikuasai Pakistan.
Ketegangan Berulang dan Perang Kashmir Kedua (1965)
Pada 1965, Pakistan kembali berusaha merebut Kashmir dengan mengirim pasukan ke wilayah yang dikuasai India. Perang ini berakhir dengan perjanjian Tashkent, tetapi ketegangan tetap berlanjut.
Konflik Berulang hingga 2025
Ketegangan terus terjadi, termasuk serangan teroris di Pahalgam, Jammu Kashmir pada 22 April 2025, yang menewaskan 26 orang. India menuduh kelompok militan berbasis di Pakistan sebagai dalang serangan, sehingga melancarkan serangan balasan ke wilayah Pakistan pada 7 Mei 2025.
Pakistan membalas dengan serangan artileri, menyebabkan kerusakan besar di perbatasan dan jatuhnya beberapa jet tempur India. Dunia internasional kini mengkhawatirkan eskalasi lebih lanjut. mengingat kedua negara memiliki senjata nuklir.
Konflik India-Pakistan terus menjadi perhatian global, dengan diplomasi internasional berusaha meredakan ketegangan. Apakah perdamaian bisa tercapai, atau konflik ini akan terus berlanjut?
***












