INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Demonstrasi besar-besaran terkait kebijakan migrasi di Amerika Serikat berujung ricuh setelah ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di Los Angeles. Aksi ini dipicu oleh penangkapan lebih dari 100 imigran oleh agen federal, yang memicu kemarahan warga dan aktivis.
Kerusuhan terjadi di sekitar Pusat Penahanan Metropolitan, tempat sejumlah imigran ditahan. Para demonstran membakar kendaraan dan merusak fasilitas publik, sementara aparat kepolisian berusaha mengendalikan situasi dengan gas air mata dan peluru karet.
Presiden AS Donald Trump merespons dengan mengerahkan 2.000 personel Garda Nasional untuk mengamankan kota dan menindak aksi protes yang dianggap sebagai ancaman terhadap ketertiban. Gubernur California Gavin Newsom mengecam langkah Trump, menyebutnya sebagai penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara bagian.
KJRI Los Angeles mengeluarkan imbauan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut agar menghindari area demonstrasi dan selalu membawa identitas resmi untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.
Hingga berita ini ditulis, bentrokan masih berlangsung di beberapa titik kota, dengan aparat keamanan berusaha meredam eskalasi konflik.***












