ROKAN HILIR-RIAU || ONTV.CO.ID — Kisah haru menyelimuti kehidupan Mesna, warga Simpang Stop, Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir. Perempuan paruh baya ini kini terbaring lemah akibat penyakit kanker hati yang dideritanya sejak dua bulan terakhir. Kondisi ekonominya yang serba kekurangan membuat Mesna tidak dapat menjalani pengobatan secara optimal.
Ironisnya, sang suami juga tidak mampu membantu karena mengalami cacat pada tangan sehingga tidak bisa bekerja. Situasi ini membuat kehidupan pasangan tersebut semakin sulit.
Menurut keterangan Mariani (65), kakak kandung Mesna yang tinggal di Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Tanjung Medan, gejala awal penyakit itu muncul ketika Mesna kehilangan selera makan dan sering muntah setiap kali mencoba makan.
“Karena khawatir, kami bawa ke Rumah Sakit Ibunda. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa Mesna menderita kanker hati,” ujar Mariani, Rabu (8/10/2025).
Melihat kondisi adiknya yang semakin lemah dan tidak ada yang merawat di rumah, Mariani akhirnya memutuskan untuk membawa Mesna ke rumahnya.
“Saya tidak tega melihatnya sendirian. Suaminya pun tidak bisa berbuat banyak. Sekarang saya yang merawat dia, memberi makan, dan membantu minum obat,” tutur Mariani dengan nada sedih.
Mariani sendiri merupakan seorang janda yang hidup sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja serabutan. Meski hidup pas-pasan, Mariani tetap berusaha memberikan perawatan terbaik untuk adiknya.
“Saya juga kekurangan, tapi bagaimana lagi. Kalau bukan saya, siapa lagi yang peduli,” katanya lirih.
Selama ini, kebutuhan obat-obatan dan makanan Mesna hanya bisa terpenuhi berkat bantuan tetangga, keluarga, dan ibu-ibu pengajian (perwiridan) yang peduli. Kini kondisi Mesna semakin memprihatinkan, ia kesulitan berbicara dan berjalan.
Kisah Mesna menjadi potret nyata penderitaan warga kurang mampu di daerah pelosok yang masih minim akses terhadap layanan kesehatan. Pihak keluarga kini berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar Mesna dapat menjalani pengobatan dan memiliki kesempatan untuk sembuh.
(Suroyo)








