INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID — Sebuah drone bermuatan bahan peledak menghantam area dekat Bandara Internasional Arbil, Irak, yang juga menjadi lokasi pangkalan militer koalisi pimpinan Amerika Serikat. Insiden ini terjadi pada Kamis malam pukul 21.58 waktu setempat, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan yang sudah lama bergolak.
Menurut pernyataan resmi Dinas Kontraterorisme Kurdistan, drone berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran utama.
“Pesawat tanpa awak berisi bahan peledak ditembak jatuh di dekat bandara. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas,” ujar juru bicara dinas tersebut, dikutip dari The Times of Israel.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, serangan ini menambah panjang daftar serangan terhadap fasilitas militer AS di Irak. Bandara Arbil, yang terletak di wilayah semi-otonom Kurdistan, dikenal sebagai markas penting pasukan koalisi internasional dalam misi kontraterorisme melawan ISIS dan kelompok ekstremis lainnya.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Namun, intelijen AS dan Irak tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan milisi pro-Iran seperti Kataib Hezbollah atau Asaib Ahl al-Haq, yang sebelumnya kerap menggunakan drone rakitan dalam serangan serupa.
Analis menilai serangan ini sebagai bagian dari konflik tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat, yang memanas usai perang 12 hari antara Iran dan Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, sistem radar di pangkalan militer Baghdad dan wilayah selatan Irak juga dilaporkan menjadi sasaran drone tak dikenal.
Direktur sementara Bandara Arbil, Dana Tofeek, memastikan bahwa operasional bandara tetap berjalan normal, meski satu penerbangan sempat tertunda karena prosedur pengamanan tambahan.***












