AGROBISNIS || ONTV.CO.ID – Siapa sangka, makhluk kecil berlendir yang kerap dihindari ini justru menyimpan potensi ekonomi luar biasa. Cacing tanah (Lumbricus rubellus) kini menjadi primadona baru di dunia agribisnis. Tak hanya ramah lingkungan, budidayanya pun murah, mudah, dan bisa dimulai dari pekarangan rumah.
Menurut Jumansur.com, cacing tanah berperan penting dalam menyuburkan tanah dan mendaur ulang limbah organik. Namun kini, fungsinya meluas: dari bahan baku pupuk organik, pakan ternak, hingga bahan dasar industri farmasi dan kosmetik.
“Cacing bisa dibudidayakan di lahan sempit, bahkan di bawah kolong rumah. Yang penting tahu teknik dan pasarnya,” ujar Yohanes Nangameka, peneliti agribisnis dari Universitas Abdurachman Saleh Situbondo.
Tips Budidaya Cacing Tanah untuk Pemula
1. Pilih Jenis yang Tepat
Gunakan Lumbricus rubellus atau Eisenia fetida yang cepat berkembang dan tahan lingkungan tropis.
2. Siapkan Media Sederhana
Gunakan kotak plastik atau kayu berisi campuran tanah humus, kompos, dan daun kering. Jaga kelembapan dan hindari sinar matahari langsung.
3. Pakan Harian
Beri limbah dapur, sayuran busuk, atau kotoran ternak yang telah difermentasi. Hindari bahan berminyak dan pedas.
4. Panen dan Produk Turunan
Dalam 2–3 bulan, cacing bisa dipanen. Selain dijual segar, hasil budidaya bisa berupa pupuk kascing, ekstrak protein, atau cacing kering.
5. Pemasaran Cerdas
Manfaatkan media sosial, komunitas petani, dan marketplace. Tawarkan juga pelatihan atau paket edukasi untuk menarik pelanggan loyal.
Menurut Biotifor.or.id, budidaya cacing tanah bisa dimulai dengan modal di bawah Rp1 juta. Keuntungannya? Bisa mencapai 3–5 kali lipat dalam satu siklus panen jika dikelola dengan baik.
“Kami tidak hanya menjual cacing, tapi juga edukasi dan pupuk organik. Itu yang membuat usaha kami bertahan,” ungkap perwakilan CV Biru Langit, pelaku usaha cacing di Situbondo.
Dengan tren pertanian organik dan kebutuhan pakan alami yang terus meningkat, budidaya cacing tanah bukan sekadar usaha alternatif—ia adalah peluang masa depan yang menjanjikan dari balik tanah yang lembap dan gelap.***






