INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Militer Israel (IDF) menghadapi krisis psikologis serius di tengah konflik berkepanjangan di Gaza dan Lebanon. Menurut laporan resmi IDF yang dikutip oleh Haaretz dan diberitakan oleh Republika, sekitar 9.000 tentara telah menerima bantuan psikologis sejak 7 Oktober 2023. Dari jumlah tersebut, sekitar seperempat belum kembali ke medan perang.
“Sekitar 9.000 tentara telah menerima bantuan psikologis sejak awal operasi militer. Sekitar seperempat dari mereka belum kembali ke medan tugas,” tulis laporan IDF yang dikutip Haaretz dan Republika.
Akar Masalah
- Paparan konflik intens di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon Selatan.
- Kehilangan rekan seperjuangan dan trauma akibat pertempuran.
- Minimnya dukungan psikologis dan stigma terhadap terapi mental di kalangan militer.
Media Ibrani Ha-Makom juga mengungkapkan bahwa banyak tentara dari Brigade Nahal, Givati, dan Komando mengalami kelelahan ekstrem. Dalam laporan Republika, seorang ibu dari prajurit Brigade Komando mengatakan:
“Mereka kembali ke gedung yang sama yang telah mereka bersihkan dari pejuang. Mereka sudah tiga kali ke lingkungan Zeitoun. Mereka mengerti bahwa itu sia-sia dan tidak ada gunanya,” ujarnya.
Dampak dan Respons
Dalam satu kasus, dari satu peleton berisi 30 orang, hanya 6 yang kembali ke medan perang. Beberapa tentara bahkan dilaporkan mengalami keinginan untuk mengakhiri hidup karena tekanan mental yang berat.
IDF menyatakan telah memperkuat layanan psikologis dan membuka jalur konsultasi darurat. Namun, laporan investigatif dari Haaretz dan Literatur Islam menyebutkan bahwa sebagian komandan masih menganggap terapi mental sebagai “sikap lemah” dan “membuang waktu”.***












