INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID — Pemerintah Rusia mengumumkan telah menguasai sepenuhnya wilayah Luhansk di Ukraina timur, menjadikannya provinsi pertama yang sepenuhnya berada di bawah kendali Moskow sejak invasi dimulai pada Februari 2022. Pernyataan ini disampaikan oleh Leonid Pasechnik, kepala pemerintahan pro-Rusia di wilayah tersebut, melalui siaran televisi nasional Rusia pada Selasa (1/7/2025).
“Wilayah Republik Rakyat Luhansk telah dibebaskan sepenuhnya—100%,” ujar Pasechnik, menegaskan klaim yang memperkuat posisi Rusia di kawasan Donbas
Wilayah Strategis dan Kaya Sumber Daya
Luhansk merupakan salah satu wilayah industri utama Ukraina dan berbatasan langsung dengan Rusia. Selain nilai strategisnya dalam konflik militer, wilayah ini juga dikenal memiliki cadangan sumber daya alam penting, termasuk litium, yang kini sebagian telah dikuasai oleh pasukan Rusia.
Presiden Vladimir Putin sebelumnya menyatakan bahwa Rusia kini menguasai lebih dari 5.000 km² wilayah Ukraina, termasuk sebagian besar Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Respons Ukraina dan Komunitas Internasional
Meski klaim Rusia terus diperkuat, Ukraina menolak pengakuan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal yang bertentangan dengan hukum internasional. Serangan balasan Ukraina pun terus berlangsung, termasuk serangan terhadap pusat logistik dan depo minyak di wilayah pendudukan Luhansk serta pangkalan militer di Donetsk.
Negara-negara Barat dan sebagian besar komunitas internasional juga menolak klaim aneksasi Rusia atas wilayah-wilayah Ukraina, termasuk Luhansk, dan menyebutnya tidak sah secara hukum.
Eskalasi di Wilayah Lain
Selain Luhansk, pasukan Rusia dilaporkan telah merebut desa Dachne di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina tengah, memperluas cakupan operasi militer mereka ke wilayah yang sebelumnya relatif stabil.***












