INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah laporan intelijen Barat mengungkap dugaan pengiriman senjata dari China ke Iran melalui jalur udara dan darat yang melintasi Pakistan. Dugaan ini muncul di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel, serta peringatan keras dari Rusia kepada Amerika Serikat untuk tidak melakukan intervensi militer terhadap Teheran.
Menurut laporan TRT Global, dalam tiga hari terakhir, tiga pesawat kargo Boeing 747 yang diduga membawa perlengkapan militer lepas landas dari kota-kota besar di China menuju Iran. Meskipun secara resmi tujuan penerbangan adalah Luksemburg, pesawat-pesawat tersebut justru menghilang dari radar saat mendekati wilayah udara Iran, setelah melintasi Kazakhstan dan Turkmenistan.
Para analis menduga bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Beijing dan Teheran. “Melihat aliansi strategis antara China dan Iran, penerbangan ini menimbulkan kecurigaan yang sah,” ujar Andrea Ghiselli, pakar hubungan China–Timur Tengah dari University of Exeter.
Jalur Pakistan Jadi Titik Transit?
Sementara itu, Pakistan disebut-sebut menjadi jalur transit penting dalam pengiriman senjata tersebut. Sebelumnya, Pakistan telah menggunakan sejumlah alutsista buatan China seperti jet tempur JF-17 Thunder, J-10C, dan drone Wing Loong II dalam operasi militer di perbatasan Iran pada awal tahun ini. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kerja sama militer antara ketiga negara telah berlangsung secara diam-diam.
China dan Iran: Aliansi Strategis di Tengah Krisis
China diketahui sebagai salah satu pemasok senjata utama Iran, bersama Rusia dan Belarus. Selain itu, hubungan kedua negara diperkuat oleh kepentingan bersama dalam menentang dominasi Barat dan menjaga stabilitas kawasan. Beijing juga memiliki investasi besar di sektor energi dan infrastruktur Iran, menjadikan stabilitas Teheran sebagai prioritas strategis.
Meski demikian, pemerintah China belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan pengiriman senjata ini. Beijing sebelumnya membantah keterlibatan militer langsung dalam konflik Israel–Iran dan menyerukan penyelesaian damai melalui dialog.***












