INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah insiden baku tembak di sepanjang Garis Kontrol (Line of Control/LoC) di wilayah Kashmir yang disengketakan. Kedua negara, yang sama-sama memiliki senjata nuklir, saling tuduh atas insiden tersebut, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih besar.
Insiden Baku Tembak
Baku tembak terjadi pada Jumat, 25 April 2025, di beberapa titik sepanjang LoC. Militer India mengklaim bahwa Pakistan memulai serangan dengan senjata ringan, sementara pihak Pakistan membantah tuduhan tersebut.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi ketegangan semakin meningkat setelah serangan mematikan terhadap warga sipil di Kashmir awal pekan ini, yang menewaskan 26 orang.
Reaksi Internasional
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendesak kedua negara untuk menunjukkan “penahanan maksimal” dan menyelesaikan konflik melalui dialog damai.
Juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, menyatakan bahwa situasi ini berpotensi memburuk jika tidak segera ditangani dengan pendekatan diplomatik.
Ancaman Perang Nuklir
Meskipun ketegangan meningkat, para analis percaya bahwa kemungkinan perang nuklir tetap rendah. Kedua negara memiliki sejarah panjang konflik di Kashmir, tetapi biasanya menghindari eskalasi ke tingkat yang lebih serius. Namun, dengan hubungan yang berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, risiko tetap ada jika tidak ada upaya de-eskalasi yang efektif.
Konflik ini menjadi pengingat akan pentingnya diplomasi dalam mencegah perang besar antara dua negara bersenjata nuklir. Dunia internasional, termasuk PBB, terus memantau situasi dengan harapan bahwa India dan Pakistan dapat menemukan solusi damai untuk masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.***












