LOTIM-NTB || ONTV.CO.ID – Sebagai salah seorang Aktivis yang sering kontroversial dan aktif menyuarakan serta memperjuangkan aspirasi masyarakat, Muhrim Rajasa, S.Pd., Wakil Ketua DPD KNPI Lombok Timur Bidang Infrastruktur dan Pembangunan mulai lirik PDAM beserta para Direksi baru PDAM Lombok Timur.
Bung Muhrim mengusulkan para Direksi yang baru PDAM Lombok Timur harus mampu memberikan solusi atas berbagai keluh kesah masyarakat selama ini atas sering terjadinya kemacetan, kelangkaan dan kerusakan pada saluran saluran pipa yang dimiliki PDAM, khususnya saluran Pipa ke Selatan.
“Program SPAM dan SR Pantai selatan harus mampu berjalan dengan baik dan lancar yang dimana program ini menelan biaya hingga pukuhan bahkan ratusan Miliyar,” terang Bung Muhrim.<span;>(4/01/2024)
Program SPAM dan SR pantai selatan disebutnya masih terbatas untuk zona selatan dikarenakan belum mampu menyeluruh. Program ini baru hanya bisa sampai ke Desa Wakan, Pene dan belum bisa sampai hingga ke Desa Batu Nampar Selatan.
“Seharusnya program yang menekan biaya sebesar ini diharapkan mampu menyeluruh dan dan sampai kw Batu nampar selatan sesuai dengan nama program SPAM Pantai Selatan,” ungkap Muhrim.
Disebutnya, program SPAM Pantai Selatan ini dikerjakan oleh Kontraktor lokal dengan biaya sekitar Rp.120 milyar, sementara program SR yang bersumber dari APBD yang juga dikerjakan oleh kontraktor lokal dengan nilai sekitar Rp.8 milyar.
Lanjut Muhrim, seharusnya program yang menelan biaya yang sangat fantastis ini mampu menuai hasil sesuai harapan masyarakat, namun masih banyak yang harus diperbaiki baik dari segi perpipaan hingga aliran air.
“Meskipun pekerjaannya telah selesai, namun belum terealisasi sepenuhnya dan membuat masyarakat mempertanyakan program SPAM Pantai Selatan maupun SR ini,” ungkapnya.
Muhrim mengatakan, sebaiknya pemerintah daerah segera melakukan peninjauan kembali atas program tersebut, serta mengecek dan melakukan kontrol berkala atas hasil dari pekerjaan tersebut. Bahkan bila memungkinkan APH untuk turun tangan untuk lakukan pengecekan menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Sampai hari ini program ini belum dirasakan dampaknya, air yang diharapkan mengalir hingga awal tahun ini belum kunjung ada,” bebernya.
Sebagai pemerhati wilayah selatan, Bung Muhrim juga menyarankan kepada Dirut PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim maupun para direksi yang lainnya agar segera melakukan upaya kontrol, perbaikan maupun pemeliharaan atas program SPAM Pantai Selatan juga SR tersebut.
“PDAM Lombok Timur harus memastikan program besar tersebut mampu mendistribusikan air ke seluruh rumah rumah warga diselatan, barulah program ini dikatakan berhasil,” tutupnya.(**)












