MATARAM-NTB || ONTV.CO.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, memberikan penjelasan terkait sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengenai pertumbuhan ekonomi NTB yang tercatat minus 1,47% pada Triwulan I Tahun 2025, Dalam keterangannya pada Jumat (29/5/2025) pukul 11.15 WITA melalui sambungan telepon, Iqbal menegaskan bahwa hal tersebut bukan teguran, melainkan pertanyaan dari Mendagri terkait kondisi ekonomi NTB.
Iqbal menjelaskan bahwa penurunan ekonomi NTB terjadi akibat sektor pertambangan, sementara sektor lainnya justru mengalami pertumbuhan positif. Ia menyebut bahwa jika melihat pertumbuhan ekonomi di luar sektor pertambangan, NTB sebenarnya mengalami kenaikan sebesar 5,57%, bahkan sektor pertanian tumbuh lebih dari 10%.
Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan ketidakstabilan di sektor pertambangan adalah beroperasinya smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), yang menyebabkan penghentian ekspor konsentrat. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada AMNT, tetapi juga dialami oleh PT Freeport Indonesia.
Iqbal mengungkapkan bahwa sejak awal, Tim Transisi telah memperingatkan kemungkinan penurunan pertumbuhan ekonomi jika dikaitkan dengan industri pertambangan. Oleh karena itu, dua minggu lalu, ia telah bertemu langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk meminta relaksasi ekspor bagi PT AMNT dalam jumlah dan waktu tertentu guna mengatasi dampak ekonomi NTB.
Meski sektor pertambangan mengalami kendala, Iqbal menegaskan bahwa komponen ekonomi lainnya tetap menunjukkan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi NTB. Ia juga memastikan bahwa dirinya telah menjelaskan situasi ini kepada Mendagri, yang memahami kondisi tersebut.
Gubernur NTB berharap masyarakat tetap tenang dan memahami bahwa perekonomian NTB masih berada dalam jalur yang tepat dengan berbagai langkah strategis yang telah diambil untuk mengatasi tantangan yang ada.(Biro-KSB)












