KARAWANG || ONTV.CO ID – Ketua Umum Keluarga Besar Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (KB PTSI) menemui nelayan di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat pada Jumat (29/11/2024) untuk mempelajari permasalahan sekaligus mengecek langsung kondisi lingkungan di pesisir pantai yang dikeluhkan nelayan selama ini.
Dalam pertemuan tersebut, KB APTSI menggali informasi terkait keluhan, tuntutan dan harapan nelayan yang tergabung dalam 23 Kelompok Usaha Bersama (KUB), baik yang berasal dari Desa Muara, Karawang maupun dari Desa Cilamaya Girang, Blanakan, Subang.
“Kami sudah melihat langsung bagaimana kondisi laut dan sungai yang tercemar menjadi dangkal, bahkan Tuhan perlihatkan juga ada kapal yang macet atau kandas, ternyata dalamnya hanya sepaha, hal ini menunjukan tingkat pendangkalan yang cukup tinggi di sepanjang pesisir pantai,” ucap Hendra Jon, Ketua Umum KB APTSI usai mengecek langsung kondisi pesisir laut Muara dengan menggunakan perahu nelayan.(29/11/2024)
Hendra mengatakan bahwa keberadaan PLTGU diduga berdampak negatif pada lingkungan yang berakibat pada menurunnya sumber mata pencaharian nelayan dan tentunya dalam hal ini PT. Jawa Satu Power (JSP) harus bertanggung jawab pada nasib 448 nelayan yang ada di dua dua desa tersebut.
“Solusinya bukan ganti rugi tapi ganti untung karena nelayan di sini tidak mungkin mencari mata pencaharian di daratan,” jelas Hendra.
Pihak KB APTSI akan mempertanyakan langsung kepada PT. JSP karena kasus tersebut sudah berlangsung cukup lama yaitu dari 2019, terkait apa yang sudah dilakukan dan bagaimana komunikasi pihak perusahaan dengan para nelayan terdampak.
“Bukan hanya sekedar konpensasi saja, tapi bagaimana pihak perusahaan dapat memikirkan masa depan generasi penerus di wilayah ini,” ungkap Bagus Mulyono, Pengurus KB APTSI.
Ketua KUB Setia Bahari mengungkapkan keberadaan PLTGU sangat berpengaruh pada mata pencaharian mereka, wilayah pesisir yang menjadi tempat berkembang biak biota laut sekarang sudah alami pendangkalan hingga berdampak pada pada hasil tangkapan nelayan.
“Penurunan pendapatan nelayan sangat drastis, kalau seperti ini terus bagaimana keberlangsungan hidup kami dan anak cucu kami nanti,’ ungkap Sadeli.
Selain ratusan nelayan, hadir juga pihak Kuasa Hukum Nelayan Desa Muara H. Elyasa Budiyanto, S.H., yang selalu setia melakukan pendampingan kepada para nelayan.(nanang suparman)












