INDRAMAYU-JABAR || ONTV.CO.ID -Pekerjaan pemeliharaan galian tanah di saluran sekunder Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan. Pembersihan saluran drainase yang dilakukan secara berkala di wilayah sekunder Krimun serta saluran induk Rengas BRG 7 dan BRG 8, pada Kamis (20/08/2026), dinilai tidak maksimal dan terkesan asal-asalan.
Dari pantauan lapangan, masih terlihat banyak gulma dan tanaman liar menutupi saluran. Kondisi ini mengindikasikan bahwa proses pembersihan belum dilakukan secara menyeluruh. Bahkan, tanah bekas kurasan masih menumpuk di atas saluran sekunder.
Saat dihubungi awak media melalui telepon WhatsApp, Pengamat Sampuri membenarkan adanya tumpukan tanah bekas kurasan.
“Iya, kalau longsor lagi dikuras lagi, ada pekerjaan lagi,” jawabnya singkat.
Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait fungsi pengawasan di lokasi.Seorang pengamat yang ditugaskan sebagai pengawas di lapangan dinilai tidak layak disebut pengawas, karena ucapannya justru memperlihatkan lemahnya kontrol terhadap kualitas pekerjaan.
Terdapat dua titik pekerjaan pemeliharaan, yakni di saluran sekunder Krimun Kecamatan Losarang dan saluran induk Rengas Kandanghaur. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tanah bekas kurasan masih menumpuk.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah serius. Jika hujan turun, tanah tersebut bisa longsor kembali ke saluran, sehingga pembersihan yang dilakukan menjadi sia-sia.
“Kalau seperti ini sama saja bohong. Tanah bakal longsor terbawa lagi saat hujan,” pungkas salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Lemahnya pengawasan dan kualitas pekerjaan pemeliharaan saluran yang seharusnya menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi drainase. Transparansi dan ketegasan pengawasan diperlukan agar pekerjaan tidak hanya sekadar formalitas, melainkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
(Nono)












