BANDUNG || ONTV.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan akan mengumumkan secara terbuka nama-nama pihak yang terlibat dalam praktik titip-menitip siswa pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Pernyataan ini disampaikan Dedi melalui akun media sosial resminya, menyusul maraknya isu kecurangan dalam proses seleksi masuk SMA, SMK, dan SLB di wilayah Jawa Barat.
“Baik yang menitipkan maupun yang dititipkan, kami akan umumkan secara terbuka. Kami tidak akan mentoleransi tindakan yang mencederai integritas pendidikan,” ujar Dedi, Rabu (25/6/2025).
Ia menegaskan bahwa seluruh proses SPMB harus berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Dedi juga mengingatkan kepala sekolah agar tidak tunduk pada tekanan pihak mana pun yang mencoba menitipkan siswa secara ilegal.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan daya tampung sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan menggandeng lembaga pengawas seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan Ombudsman RI untuk mengawal pelaksanaan SPMB.
“Kami ingin menjaga iklim pendidikan yang bersih dan adil. Tidak ada lagi ruang untuk praktik jual beli kursi atau titipan,” tegas Dedi.
Langkah ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang berharap transparansi dan keadilan dalam proses penerimaan siswa baru benar-benar ditegakkan.***












