SUBANG-JABAR || ONTV.CO.ID — Musyawarah para tokoh agama dan masyarakat dari Dusun Sawa Baru dan Dusun Purareja, Desa Cisem Hilir, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Pertemuan yang digelar di Masjid Jami Al Hidayah ini membahas pertanggungjawaban pengurus lama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang telah menjabat selama dua periode (10 tahun), serta transisi kepemimpinan kepada DKM baru yang kini dipimpin oleh Muhamad Yusup.
Meski baru menjabat selama dua bulan, Muhamad Yusup telah menunjukkan inisiatif besar dengan memulai pembangunan menara masjid senilai Rp300 juta. Padahal, saldo peralihan dari DKM lama hanya sebesar Rp117 juta. Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat sebagai bentuk semangat baru dalam memajukan fasilitas masjid.
Polemik Pertanggungjawaban DKM Lama
Namun, musyawarah juga diwarnai sorotan tajam terhadap Ust. H. Syamsudin, Ketua DKM lama, yang belum menyerahkan buku rekening keuangan masjid maupun Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara tertulis kepada pengurus baru.
Dalam forum, Ust. H. Syamsudin menyampaikan klarifikasi atas tuduhan yang beredar luas di masyarakat. Ia membantah telah menyalahgunakan dana masjid dan meminta agar masyarakat tidak terus menyudutkan dirinya.
“Saya dituduh makan uang masjid, dan omongan itu sudah viral ke mana-mana. Saya mohon jangan terus salahkan saya,” ujar Ust. H. Syamsudin di hadapan para hadirin.
Evaluasi dan Harapan dari Badan Pengawas
H. Gojali, selaku Badan Pengawas Keuangan (BPK) Masjid Al Hidayah, menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan dan semangat kebersamaan. Ia menyampaikan bahwa pembentukan DKM baru bertujuan untuk memperbaiki sistem pengelolaan masjid yang sebelumnya dinilai kurang transparan.
“DKM baru berani membangun meski dana terbatas, dan melibatkan panitia khusus. Ini berbeda dengan DKM sebelumnya yang mengerjakan pembangunan tanpa struktur panitia,” tegas H. Gojali.
Masjid Jami Al Hidayah sendiri memiliki wakaf seluas 8 bau 165 bata, berupa lahan pesawahan yang disewakan sebagai sumber pendapatan masjid. Potensi ini diharapkan dapat dikelola lebih baik oleh pengurus baru demi kemakmuran masjid dan kesejahteraan jamaah.
Penutup Musyawarah
Musyawarah yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIB pada Jumat malam (22/8) ditutup dengan harapan agar seluruh pihak dapat bersatu membangun Masjid Al Hidayah secara transparan dan berintegritas.
(Bebeng)












