INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Ribuan warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu (19/4/2025) untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump. Demonstrasi ini berlangsung di berbagai kota besar, termasuk New York City, Washington, D.C., San Francisco, dan Galveston, Texas.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan pesan-pesan seperti “Tidak Ada Raja di Amerika” dan “Tolak Tirani”. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah kebijakan deportasi imigran tidak berdokumen.
Massa meneriakkan, “Jangan ada ICE, jangan ada rasa takut, imigran diterima di sini,”Nmerujuk pada peran badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) dalam menangkap dan mendeportasi migran.
Di depan Gedung Putih, ratusan warga menyuarakan keprihatinan mereka terhadap ancaman terhadap norma-norma demokrasi dan konstitusi. Benjamin Douglas, salah satu pengunjuk rasa, menyebut bahwa kebijakan Trump merupakan ancaman langsung terhadap supremasi hukum.
“Kita berada dalam bahaya besar,” ujarnya.
Demonstrasi ini juga diwarnai dengan dukungan terhadap Palestina dan Ukraina. Beberapa demonstran mengibarkan bendera Palestina sambil meneriakkan “Bebaskan Palestina”, sementara yang lain membawa simbol-simbol solidaritas untuk Ukraina.
Selain itu, kritik juga datang dari kalangan akademisi dan aktivis lingkungan. Mereka mengecam pemotongan dana untuk sains dan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintahan Trump. Daniella Butler, seorang mahasiswa doktoral, menyatakan bahwa kebijakan ini dapat membahayakan nyawa banyak orang.
Demonstrasi ini menjadi pengingat akan pentingnya kebebasan sipil dan solidaritas dalam menghadapi kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat luas. Para pengunjuk rasa berharap aksi ini dapat mendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif dan adil.***












