CIANJUR || ONTV.CO.ID — Bencana pergerakan tanah kembali melanda Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kecamatan Pagelaran, mengakibatkan kerusakan parah pada ratusan rumah warga di dua desa, yakni Situhiang dan Pangadegan. Hingga Kamis (19/6/2025), tercatat sebanyak 200 rumah terdampak, dengan 66 di antaranya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak huni.
Camat Pagelaran, Reki Nopendi, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil serta curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir.
“Warga yang rumahnya rusak berat saat ini mengungsi ke rumah kerabat,” ujarnya.
Selain rumah warga, fasilitas umum seperti jalan lingkungan dan masjid juga turut rusak. Pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan darurat dan pendataan lebih lanjut. Kepala BPBD Cianjur, Asep Wijaya, menyatakan bahwa tim telah diterjunkan ke lokasi untuk memverifikasi data dan menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.
Salah satu warga Desa Situhiang, Riki (30), mengungkapkan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi, terutama setelah hujan deras.
“Kami berharap ada penanganan khusus dari pemerintah daerah,” katanya.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika kondisi memburuk. Situasi ini menambah daftar panjang bencana geologis yang kerap melanda wilayah Cianjur, yang dikenal memiliki kontur tanah rawan longsor.***












