BeritaDaerahInsfrastruktur

Polemik Jalan Tuparev Karawang: Kebijakan Pemkab Dikritik, Proyek Memakan Korban

×

Polemik Jalan Tuparev Karawang: Kebijakan Pemkab Dikritik, Proyek Memakan Korban

Sebarkan artikel ini

KARAWANG || ONTV.CO.ID – Polemik proyek peningkatan Jalan Tuparev di Karawang semakin memanas setelah muncul laporan kecelakaan yang diduga terkait dengan kondisi jalan pasca proyek. Sejumlah pihak menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dalam proyek ini tidak tepat sasaran, terutama setelah ditemukan berbagai masalah dalam pelaksanaannya.

Proyek peningkatan Jalan Tuparev awalnya dirancang untuk mempercantik kawasan dengan mengganti permukaan jalan dari aspal menjadi paving blok. Namun, belum genap setahun sejak proyek ini berjalan, kondisi jalan sudah mengalami kerusakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan dana, yang diyakini sejumlah pihak berasal Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Ketua Aliansi Relawan Karawang (Areka), Elyasa Budianto, ketika dihubungi melalui whatsapp pada Minggu (18/5/2205), menyebut proyek ini sebagai kebijakan yang tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Ia menyoroti bahwa dana CSR seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat yang lebih membutuhkan, seperti di wilayah Cilamaya yang masih menghadapi berbagai tantangan infrastruktur.

Sejumlah kecelakaan telah terjadi di Jalan Tuparev sejak proyek ini dimulai. Salah satu melibatkan seorang pengemudi mobil sedan yang tewas setelah menabrak trotoar pembatas jalan. Korban, Adi Suhadi (51), mengalami luka parah di kepala dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Karawang. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, namun kondisi jalan yang berubah akibat proyek menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

Selain itu, warga setempat melaporkan bahwa proyek ini telah menyebabkan setidaknya empat kecelakaan sejak pengerjaan dimulai. Material proyek yang berserakan di badan jalan tanpa pengamanan memadai disebut sebagai pemicu utama kecelakaan. Minimnya rambu-rambu peringatan juga memperburuk situasi, membuat pengendara kesulitan mengantisipasi kondisi jalan.

Menanggapi berbagai kritik, Pemkab Karawang akhirnya memutuskan untuk menunda proyek lanjutan yang sebelumnya direncanakan untuk Jalan Kertabumi dan Jalan Arif Rahman Hakim. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Karawang, Rusman Kusnadi, menyatakan bahwa pemerintah kini lebih memprioritaskan perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah.

Namun, keputusan ini belum sepenuhnya meredakan polemik. Sejumlah pihak masih mempertanyakan transparansi penggunaan dana CSR serta urgensi proyek yang dianggap lebih berorientasi pada estetika dibandingkan kebutuhan masyarakat luas.

Polemik Jalan Tuparev menjadi cerminan penting bagi kebijakan infrastruktur di Karawang. Masyarakat berharap Pemkab lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan, dengan mempertimbangkan dampak langsung bagi warga. Transparansi dalam penggunaan dana CSR juga menjadi sorotan utama, agar proyek pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.(NS)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan