KULINER || ONTV.CO.ID – Sumatera Barat tak hanya kaya akan kuliner berbumbu kuat seperti rendang dan dendeng balado. Di balik itu, ada segelas kesegaran tradisional yang tak kalah menarik: Aia Aka.
Meski namanya berarti “air akar” dalam bahasa Minang, Aia Aka ternyata tidak dibuat dari akar. Minuman ini justru berasal dari daun cincau hijau dengan nama lain Cyclea barbata Myers yang direndam, diremas, dan didiamkan hingga mengental. Hasilnya? Sebuah cairan bertekstur lembut seperti jelly yang menyejukkan tenggorokan.
Di sejumlah daerah, Aia Aka juga dikenal dengan sebutan “ubek tawa”, karena diyakini ampuh meredakan panas dalam, sariawan, hingga menjaga keseimbangan tubuh saat cuaca panas.
Fakta dan Keunikan Aia Aka:
1.Terbuat dari Daun, Bukan Akar
Meskipun disebut “Aia Aka”, bahan utama minuman ini adalah daun cincau hijau. Nama “air akar” lebih merupakan istilah tradisional ketimbang penunjuk bahan sebenarnya.
2. Proses Alami Tanpa Bahan Tambahan
Daun cincau diremas dengan tangan dalam air bersih, lalu didiamkan selama beberapa jam hingga mengental secara alami—tanpa campuran kimia, pewarna, atau pengawet.
3. Tekstur Lembut dan Menyegarkan
Hasil akhirnya adalah minuman yang menyerupai agar-agar, dengan tekstur licin dan dingin saat disajikan. Cocok dinikmati saat cuaca panas.
4. Kaya Manfaat Kesehatan
Selain menyegarkan, Aia Aka dipercaya masyarakat sebagai minuman herbal alami. Kandungan antioksidan pada daun cincau membuatnya dipercaya mampu menurunkan demam, menyejukkan lambung, hingga menurunkan tekanan darah.
5. Tradisi yang Terjaga di Tengah Modernitas
Di sejumlah wilayah pedesaan Sumatera Barat, Aia Aka masih sering dijajakan di pasar tradisional atau dibuat sendiri di rumah sebagai warisan budaya dan pengobatan alami.
Di tengah gempuran minuman instan dan kemasan, Aia Aka tetap bertahan sebagai pilihan alami dan tradisional. Selain sebagai pelepas dahaga, ia juga menyimpan cerita tentang kearifan lokal masyarakat Minang dalam menjaga kesehatan dari alam.
Segelas Aia Aka bukan sekadar minuman tapi warisan budaya yang sejuk dan menyehatkan.
(Citra Yofvie Ardina)












