BeritaDaerahPendidikan

35 Kepala Sekolah Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Perkuat Implementasi Kurikulum Merdeka

×

35 Kepala Sekolah Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Perkuat Implementasi Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini

ROKAN HILIR-RIAU || ONTV.CO.ID — Sebanyak 35 kepala sekolah SMA negeri dan swasta dari berbagai kecamatan di Rohil mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) yang digelar di SMAN 1 Bagan Sinembah. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat (9–12 September 2025), dan menjadi langkah strategis mendukung penerapan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Rokan Hilir.

Kurikulum Merdeka yang diluncurkan pemerintah pada masa Presiden Prabowo Subianto menekankan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu inovasi utamanya adalah Pembelajaran Mendalam atau Project Based Learning yang mendorong siswa mengeksplorasi isu nyata di lingkungan sekitar dan menghasilkan solusi kreatif.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Ketua Panitia Penyelenggara, Biul Awal, P.H., mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepala sekolah sebagai motor penggerak di satuan pendidikan.

“Kepala sekolah harus memahami filosofi Kurikulum Merdeka, tidak hanya sebatas administratif. Dengan pembelajaran mendalam, siswa diajak berpikir kritis, bekerja sama, dan menghasilkan karya nyata,” ujarnya kepada awak media.

Hadir sebagai fasilitator sekaligus pengawas SMA di Bagan Sinembah, Ermi dan Noviar memaparkan konsep Profil Pelajar Pancasila sebagai landasan Kurikulum Merdeka. Mereka juga memberikan strategi penerapan proyek lintas mata pelajaran.

“Dengan pemahaman yang sama dari para kepala sekolah, diharapkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka dapat berjalan seragam dan tepat sasaran,” kata Ermi.

Kepala SMAN 1 Bagan Sinembah, Ahmad Sopian, S.Pd., M.Si., selaku tuan rumah, menyambut baik antusiasme peserta. Ia menegaskan kesiapan sekolahnya menjadi percontohan penerapan Pembelajaran Mendalam. “Kami berharap hasil pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan keterampilan abad 21,” ungkapnya.

Selama pelatihan, para peserta terlibat aktif dalam diskusi, simulasi proyek, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.

Dengan berakhirnya pelatihan, diharapkan para kepala sekolah mampu menggerakkan guru dan siswa agar menciptakan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.

(Suroyo)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan