GILI TRAWANGAN-NTB || ONTV.CO.ID — Malam yang seharusnya menjadi pesta privat berujung pada tragedi memilukan. Brigadir Muhammad Nurhadi ditemukan tewas di kolam renang sebuah vila mewah di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada Rabu, 16 April 2025. Di balik kematiannya, tersingkap kisah pesta ekstasi, wanita cantik, dan konflik emosional yang melibatkan dua perwira polisi.
Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka: Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda Haris Chandra, dan seorang perempuan muda bernama Misri Puspita Sari, 23 tahun, asal Jambi.
Menurut Kombes Pol Syarif Hidayat, Dirreskrimum Polda NTB, pesta tersebut melibatkan konsumsi obat penenang Riklona dan pil ekstasi.
“Pesta di sana, mereka diberikan benda ilegal,” ujar Syarif dalam konferensi pers, Selasa, 8 Juli 2025.
Dalam kondisi terpengaruh zat, Nurhadi diduga merayu dan mencium salah satu wanita yang hadir, memicu kemarahan dan konflik.
“Ada kekerasan pencekikan yang menyebabkan korban pingsan dan akhirnya tenggelam,” ungkap dr. Arfi Syamsun, ahli forensik Universitas Mataram, dalam konferensi pers di Polda NTB, Jumat, 4 Juli 2025.
Hasil autopsi menunjukkan patah tulang lidah dan luka memar di kepala dan leher, mengindikasikan kekerasan fisik sebelum korban tenggelam. Air kolam ditemukan di paru-paru dan ginjal korban, menandakan ia masih hidup saat diceburkan ke air.
Sementara itu, Misri mengaku tidak mengetahui kejadian pasti. Ia sempat merekam video Nurhadi di kolam pada pukul 19.55 WITA, yang kini menjadi bukti kunci bahwa korban masih hidup saat itu. Namun, hanya beberapa menit kemudian, suasana berubah gelap.
“Dia hanya gadis muda yang dijanjikan uang untuk menemani tamu. Tak tahu apa-apa soal rencana jahat,” tegas Yan Mangandar Putra, kuasa hukum Misri, dalam wawancara dengan Radar Lombok, Rabu, 9 Juli 2025.
Misri disebut mengalami tekanan psikologis berat, bahkan sempat kerasukan dalam sesi hipnoterapi, mengaku dihantui sosok besar tanpa wajah yang melarangnya bicara.
Kini, publik menanti kejelasan: apakah kematian Brigadir Nurhadi akan terungkap sepenuhnya, atau justru menjadi babak baru dari sistem gelap yang menyelimuti pesta malam itu.***












