BeritaDaerah

Koalisi Pejuang Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa Gelar Aksi Akbar di Poto Tano

×

Koalisi Pejuang Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa Gelar Aksi Akbar di Poto Tano

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA BARAT || ONTV.CO.ID – Ketua Umum Koalisi Pejuang Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S), Muhammad Syahril Amin, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, mengumumkan rencana aksi besar-besaran pada 15 Mei 2025. Aksi ini akan digelar di Pelabuhan Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, yang menjadi akses utama transportasi laut antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

Dalam pernyataannya pada Senin (12/5/2025), Syahril menegaskan bahwa tujuan utama aksi ini adalah memperjuangkan hak masyarakat Pulau Sumbawa yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota madya.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Aksi ini merupakan bentuk protes kepada pemerintah pusat yang belum memberikan kepastian terkait pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa,” ujar Syahril dengan penuh semangat.

Ia menyampaikan bahwa perjuangan ini merupakan langkah konkret untuk menekan pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan kementerian terkait, agar segera menyetujui pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Syahril juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Pulau Sumbawa, termasuk pengguna jasa penyeberangan, untuk ikut serta dalam aksi ini sebagai bentuk solidaritas.

“Tanggal 15 Mei 2025, semua aktivitas, terutama transportasi laut, akan dihentikan total. Ini adalah bentuk perjuangan kami agar moratorium DOB dicabut dan Provinsi Pulau Sumbawa segera disahkan,” tegasnya.

Aksi ini akan melibatkan massa dari empat kabupaten dan satu kota madya di Pulau Sumbawa. Titik pusat aksi berada di Simpang Kemutar Telu dan Pelabuhan Poto Tano, yang menjadi jalur utama transportasi. Ketua Harian KP4S, Agusty Lanang, menegaskan bahwa massa mulai bergerak pada 14 Mei 2025 untuk memastikan aksi berlangsung damai dan tertib.

Dalam pernyataannya, Syahril membandingkan perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa dengan Papua dan Kalimantan Utara, yang telah mendapatkan status provinsi meski memiliki jumlah penduduk lebih sedikit dibandingkan Pulau Sumbawa.

“Penduduk Pulau Sumbawa berjumlah lebih dari satu juta orang, dan secara politik, 90% dari mereka memilih Presiden Prabowo Subianto, pemimpin yang berani, cerdas, tegas, dan tidak pilih kasih. Jadi, mengapa kita tidak mendapatkan hak yang sama?” kata Syahril.

Sementara itu, tokoh perempuan sekaligus perwakilan RA Kartini, Yuni Bourhary, turut mengambil bagian dalam aksi ini. Ia mengajak seluruh masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, untuk bersama-sama turun ke jalan.

“Mari kita bersama-sama melakukan aksi, tua maupun muda, dengan tetap menjaga kondusifitas agar pemerintah pusat dapat menyaksikan sejauh mana keseriusan penduduk Sumbawa dalam menuntut pengesahan Provinsi Pulau Sumbawa,” tandas Yuni.

Muhammad Syahril Amin juga membagikan jadwal konsolidasi KP4S menjelang aksi:

  1. Minggu, 12 Mei 2025 – Cek kekuatan massa dan pemasangan spanduk di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
  2. Senin, 13 Mei 2025 – Konsolidasi kekuatan massa dan pemetaan lapangan.
  3. Rabu, 14 Mei 2025 – Evaluasi akhir kesiapan aksi di Pelabuhan Poto Tano.
  4. Kamis, 15 Mei 2025 – Hari H: Aksi Akbar.

Syahril menegaskan bahwa aksi ini mengusung semangat persatuan dan perjuangan damai, dengan sikap “PPS Harga Mati” bagi lebih dari satu juta penduduk Pulau Sumbawa.

“Aksi ini bukan untuk menyandera masyarakat, tetapi murni untuk memperjuangkan keinginan bersama demi terwujudnya Provinsi Pulau Sumbawa,” tegasnya.

Seruan aksi juga terus disampaikan oleh seluruh koordinator KP4S agar masyarakat bersatu dalam menyuarakan aspirasi mereka.(Biro KSB)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan