BIMA-NTB || ONTV.CO.ID — Suasana rapat koordinasi Pemerintah Kota Bima yang digelar di Aula Maja Labo Dahu, Rabu (9/7/2025), mendadak memanas. Wali Kota Bima, H.A. Rahman, meluapkan kemarahannya setelah mengetahui bahwa 60 aset daerah hasil pelimpahan dari Pemkab Bima masih bermasalah, bahkan sebagian telah dikuasai masyarakat dan bersertifikat atas nama pribadi.
Aset Daerah Terancam Hilang
Data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menunjukkan bahwa aset-aset tersebut seharusnya menjadi milik Pemerintah Kota Bima. Namun, banyak di antaranya kini berada dalam penguasaan warga, tanpa kejelasan status hukum.
“Persoalan aset ini sangat krusial. Ada aset yang sudah bersertifikat milik warga,” tegas Wali Kota.
Isu Strategis dan Kejahatan Terhadap Aset
Selain masalah aset, Wali Kota juga menyoroti isu strategis lain yang menjadi perhatian utama Pemkot, seperti:
- Penataan parkir dan penertiban PKL
- Peningkatan ketertiban umum
- Kondisi sosial masyarakat
- Aksi pencurian dan perusakan aset pemerintah
Dalam dua bulan terakhir, tercatat sejumlah insiden seperti pencurian kabel sepanjang 900 meter, pemotongan pohon taman kota, perusakan nine box, dan pencurian lampu solar cell.
Instruksi Tegas untuk Lurah
Wali Kota menekankan pentingnya peran aktif lurah dalam menjaga aset di wilayah masing-masing. “Jangan sampai lurah malah tidak tahu kabel PJU atau pohon pelindung di wilayahnya hilang. Ini harus segera dilaporkan secara resmi,” ujarnya dengan nada tegas.
Komitmen untuk Ketertiban dan Kenyamanan
Menutup arahannya, H.A. Rahman menegaskan bahwa seluruh langkah ini bertujuan untuk menghadirkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Bima berkomitmen memberikan yang terbaik bagi warganya, termasuk dalam menjaga aset daerah dari penguasaan ilegal dan tindakan kriminal.
(Biro-KSB)












