LOMBOK-NTB || ONTV.CO.ID – Kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) RI yang memangkas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) hanya menjadi menu basah selama lima hari menuai protes keras dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat. Asosiasi UMKM NTB menilai keputusan tersebut tidak berpihak pada rakyat dan berpotensi melumpuhkan usaha kecil, khususnya industri rumahan kue dan roti.
UMKM Meradang atas Peniadaan Menu Kering
Para produsen kue dan roti di Lombok sebelumnya menganggap program MBG sebagai berkah yang mendukung keberlangsungan usaha kecil. Namun, penghentian menu kering di seluruh SPPG Dapur MBG membuat banyak pelaku usaha kehilangan harapan.
Ketua Asosiasi UMKM NTB, Deni, menegaskan bahwa kebijakan ini “sangat tidak peduli terhadap pengusaha kecil, tidak pro rakyat, dan berpotensi membunuh nilai pemberdayaan serta ekonomi kerakyatan.”
Seruan kepada BGN RI
Deni meminta pejabat BGN RI turun langsung ke masyarakat untuk melihat dampak nyata kebijakan tersebut. “Ada anak-anak, beban kebutuhan hidup, serta pekerja industri rumahan yang kini kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini mencederai harapan Presiden yang dikenal peduli terhadap UMKM.
“Dengan penghentian menu kering, BGN RI secara langsung memutus mata pencaharian pekerja industri rumahan,” tegasnya.
Tuntutan Asosiasi UMKM NTB
Atas kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat, Asosiasi UMKM NTB mengecam langkah BGN RI dan mendesak agar surat edaran terkait peniadaan menu kering segera ditarik. Mereka meminta diterbitkan juknis baru yang mewajibkan penyediaan menu kering untuk B3 dan siswa, sebagaimana sebelumnya.
(den)












