BeritaDaerahKDMPendidikan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bertemu Psikolog Bahas Program Pendidikan Karakter di Barak Militer dan Penerapan Jam Malam

×

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bertemu Psikolog Bahas Program Pendidikan Karakter di Barak Militer dan Penerapan Jam Malam

Sebarkan artikel ini

SUBANG || ONTV.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengadakan diskusi bersama para psikolog terkait program pendidikan karakter bagi anak-anak bermasalah yang saat ini berlangsung di barak militer. Pertemuan ini dilakukan di kediamannya, Lembur Pakuan, Subang dan turut membahas kritik dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta evaluasi terhadap program tersebut.

Dalam unggahan di kanal Kang Dedi Mulyadi Channel, ia bertanya kepada psikolog mengenai pendekatan terbaik dalam membina anak-anak bermasalah serta tanggapan mereka terhadap kritik yang muncul.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik KPAI
Menanggapi kritik dari KPAI yang meminta program ini dievaluasi, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa fokus utama seharusnya bukan mengkritik pihak yang sedang berupaya menyelesaikan masalah, tetapi memikirkan anak-anak yang belum mendapatkan perhatian.

“Sebaiknya jangan sibuk ngurusin saya, dan jangan sibuk ngurusin orang yang lagi ngurusin orang. Kan lebih baik cari kesibukan lain di tempat ada orang gak diurus,” tegas Dedi.

Menurutnya, program pembinaan ini jangan terus-menerus dicari kesalahannya. Ia menilai lebih baik memprioritaskan anak-anak yang terlantar dan tidak mendapatkan perhatian.

“Saya bilang ke wartawan Tempo, harusnya sekarang itu yang dikritik adalah para pemimpin yang diam. Yang anak tawuran dibiarkan, anak mabuk tidak ada tindakan, minuman keras beredar di mana-mana gak dioperasi. Itu yang dikritik! Jangan yang lagi kerja, lagi sibuk dikritik,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, salah seorang psikolog dari Ikatan Psikologi Klinis Indonesia Wilayah Jawa Barat menyatakan bahwa mereka tengah memikirkan sistem terbaik agar program ini berkelanjutan.

“Kami dari psikologi klinis akan mengkaji pendekatan yang paling efektif,” ujar salah satu psikolog.

Para psikolog juga menjelaskan bahwa ada berbagai bidang dalam psikologi, seperti psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi industri/organisasi, serta psikologi klinis, yang dapat diterapkan dalam program pembinaan ini.

Dedi Mulyadi menambahkan bahwa jika tidak ada pihak yang berani mempelopori perubahan, permasalahan kenakalan remaja tidak akan pernah terselesaikan.

“Kenapa banyak orang yang tidak mau menolong ketika ada peristiwa kecelakaan? Karena tidak mau jadi tersangka,” ucapnya, menyoroti kurangnya keberanian banyak pihak dalam mengambil tindakan.

Ia juga menanyakan pandangan psikolog terkait penerapan jam malam bagi anak-anak.

“Tidak boleh keluar melebihi jam 8 malam tanpa tujuan yang jelas, boleh nggak itu?” tanyanya.

Psikolog yang hadir dalam diskusi menjelaskan bahwa penerapan jam malam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tidur anak serta melindungi mereka dari risiko kriminalitas, karena banyak kasus kenakalan remaja terjadi pada malam hari.

Dedi Mulyadi berkomitmen untuk terus menjalankan pendidikan karakter bagi anak-anak bermasalah dengan pendekatan yang terukur dan sistematis. Ia berharap program ini dapat menjadi solusi **jangka panjang dalam menangani persoalan kenakalan remaja serta membentuk generasi muda yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.(Ns)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan