INDRAMAYU-JABAR || ONTV.CO.ID — Proyek pembangunan jalan cor beton di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menuai keluhan dari warga. Jalan yang baru selesai dibangun melalui dana aspirasi anggota dewan setempat kini mengalami keretakan di sejumlah titik, meski usianya belum genap satu bulan. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait kualitas dan transparansi pelaksanaan proyek. (Selasa, 10 September 2025)
Warga Pertanyakan Kualitas dan Standar Teknis
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada awak media bahwa proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh dinas terkait. Mereka menyoroti proses pencampuran material seperti semen, pasir, dan batu split yang dilakukan menggunakan mesin molen, namun diduga tidak memenuhi takaran standar.
“Belum seumur jagung, jalan sudah retak. Kadar beton tampaknya tidak sesuai standar yang ditentukan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Retakan Muncul di Banyak Titik
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan adanya retakan di beberapa titik jalan yang baru saja selesai dicor. Warga menyayangkan hasil pekerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah digelontorkan melalui jalur aspirasi legislatif.
“Kami tidak mempermasalahkan besar anggarannya, tapi kualitas hasilnya sangat buruk,” ungkap warga lainnya.
RAB dan Pengawasan Proyek Dipertanyakan
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) proyek tersebut memang tidak mencantumkan standar kualitas yang memadai? Ataukah ada kelalaian dalam pengawasan teknis oleh pihak pelaksana dan dinas terkait?
(Nono)












