BeritaDaerahPariwisataSeni Budaya

Waduh! Malaysia Klaim Pacu Jalur, Gubernur Riau Angkat Suara: “Lihat Fakta dan Realitanya!”

×

Waduh! Malaysia Klaim Pacu Jalur, Gubernur Riau Angkat Suara: “Lihat Fakta dan Realitanya!”

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU-RIAU || ONTV.CO.ID — Tradisi Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, kembali jadi sorotan setelah sejumlah warganet Malaysia mengklaimnya sebagai warisan budaya Negeri Jiran. Klaim tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat Riau dan pemerintah daerah.

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menanggapi langsung isu tersebut. “Setiap peristiwa orang berhak saja klaim karena kita negara serumpun. Asimilasi budaya itu pasti terjadi. Tapi lihat saja fakta dan realitanya, tradisi ini lahir dan berkembang di Kuansing,” tegas Wahid saat dikonfirmasi pada Senin, 7 Juli 2025 oleh Detik Sumut.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tradisi yang Berakar Sejak Abad ke-17

Menurut catatan sejarah, Pacu Jalur telah ada sejak tahun 1890 dan digunakan sebagai moda transportasi masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi perlombaan perahu panjang yang digelar setiap tahun menjelang Hari Kemerdekaan RI.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, juga membantah klaim tersebut.

“Salah besar kalau diklaim orang. Bukti-bukti sejarah ada. Ada ritual, ada proses panjang sejak zaman nenek moyang,” ujarnya kepada Kompas.com pada Jumat, 4 Juli 2025.

Aura Farming dan Rayyan, Bocah Penari yang Mendunia

Klaim Malaysia muncul setelah video viral seorang bocah bernama Rayyan Arkan Dikha, penari di ujung jalur, menarik perhatian dunia lewat gerakan khas yang disebut aura farming. Gerakannya ditiru oleh warganet global, bahkan klub sepak bola PSG dan AC Milan ikut memparodikan gaya Rayyan.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Wahid mengangkat Rayyan sebagai Duta Pariwisata Riau dan memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 20 juta.

“Dikha telah berjasa memperkenalkan tradisi dan budaya Riau, bukan hanya di Indonesia, tetapi sampai ke dunia,” kata Wahid dalam wawancara dengan Kompas.com pada Selasa, 8 Juli 2025.

Diplomasi Budaya dan Seruan UNESCO

Pemerintah Provinsi Riau kini tengah mengajukan Pacu Jalur ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia. “Kami berharap, Pacu Jalur secepatnya diakui UNESCO. Karena tradisi ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam,” ujar Roni Rakhmat kepada Tribunnews.

Editor: Citra Yofvie Ardina

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan