EDUKASI || ONTV.CO.ID – Jumat, 27 Juni 2025 menjadi penanda datangnya 1 Muharram 1447 Hijriah—momen sakral dalam kalender Islam yang menandai dimulainya tahun baru umat Muslim. Lebih dari sekadar pergantian waktu, Tahun Baru Islam merupakan refleksi spiritual atas perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tekanan, membangun peradaban, dan menanamkan nilai-nilai ketauhidan.
Makna Sejarah Hijrah
Peristiwa Hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi menjadi titik awal penanggalan Hijriah. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan peristiwa monumental yang mencerminkan keberanian, strategi sosial-politik, dan keteguhan iman. Dari sanalah berdiri masyarakat Madinah yang plural namun bersatu, menjunjung tinggi toleransi dan keadilan.
Muharram, Bulan Suci yang Istimewa
Bulan Muharram termasuk dalam empat bulan haram (suci) dalam Islam, bersama Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjauhi permusuhan, serta memperkuat ikatan silaturahmi. Salah satu hari penting di dalamnya adalah Asyura (10 Muharram), yang juga memiliki keutamaan spiritual tinggi.
Tradisi dan Kearifan Lokal
Di berbagai daerah Indonesia, Tahun Baru Islam dirayakan dengan nuansa kultural yang unik. Dari pawai obor di desa-desa, doa bersama lintas usia, hingga pengajian akbar yang membumikan nilai-nilai hijrah dalam konteks kekinian. Tradisi ini tak hanya memperkuat identitas religius, tetapi juga menjadi ruang sosial yang menyatukan warga dalam keberagaman.
Momentum Refleksi dan Transformasi
Tahun Baru Islam menjadi ajang introspeksi: sejauh mana kita telah berhijrah—dari lalai menuju sadar, dari malas menuju produktif, dari benci menuju kasih. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, semangat hijrah relevan untuk mendorong perubahan kolektif menuju masyarakat yang lebih adil, peduli, dan bermartabat.(red)












