Edukasi

Aphelion: Fenomena Tahunan Ketika Bumi Menjauh dari Matahari, Apa Dampaknya?

×

Aphelion: Fenomena Tahunan Ketika Bumi Menjauh dari Matahari, Apa Dampaknya?

Sebarkan artikel ini

EDUKASI || ONTV.CO.ID — Setiap tahun, tanpa banyak disadari oleh masyarakat luas, Bumi mengalami momen istimewa dalam orbitnya: aphelion, yakni saat posisi Bumi berada paling jauh dari Matahari. Tahun ini, fenomena tersebut terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025 pukul 02.54 WIB, dengan jarak Bumi mencapai sekitar 152,1 juta kilometer dari Matahari.

Apa Itu Aphelion?

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Orbit Bumi berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Oleh karena itu, jarak antara Bumi dan Matahari terus berubah sepanjang tahun. Aphelion berasal dari kata Yunani apo (jauh) dan helios (Matahari), menandai titik ketika Bumi berada pada titik terjauh dalam orbitnya.

Kebalikan dari aphelion disebut perihelion, saat Bumi berada paling dekat dengan Matahari, biasanya terjadi sekitar awal Januari.

Mengapa Udara Terasa Lebih Dingin Saat Aphelion?

Meski secara logika Bumi yang menjauh dari Matahari seharusnya memengaruhi suhu global, faktanya aphelion tidak berdampak signifikan terhadap perubahan suhu di Bumi. Pengurangan radiasi Matahari hanya sekitar 3,5 persen—tidak cukup besar untuk mengubah cuaca secara drastis.

Namun, di Indonesia dan belahan selatan khatulistiwa, Juli–Agustus memang identik dengan cuaca yang lebih dingin. Hal ini bukan karena aphelion, melainkan disebabkan oleh:

  • Angin muson timur yang bertiup dari Australia, yang sedang mengalami musim dingin.
  • Udara kering dan langit cerah yang menyebabkan radiasi panas lebih cepat menghilang di malam hari, membuat suhu turun.
  • Fenomena awan minim dan kelembaban rendah di sejumlah wilayah pegunungan, seperti di Jawa Barat atau NTB.

Klarifikasi BMKG

BMKG menegaskan bahwa cuaca dingin ekstrem di Indonesia bukan akibat langsung dari aphelion. Justru, faktor iklim regional lebih dominan dalam membentuk suhu di negara tropis seperti Indonesia.

“Fenomena aphelion hanya menggeser jarak Bumi terhadap Matahari dalam skala kecil. Sementara suhu udara lebih dipengaruhi oleh sirkulasi atmosfer dan letak geografis,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, dalam keterangan tertulis.

Fakta Menarik Aphelion

Kesimpulan

Fenomena aphelion adalah pengingat menarik tentang bagaimana semesta bekerja dalam skala yang begitu besar namun nyaris tak terasa dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak berpengaruh langsung terhadap suhu, pemahaman publik mengenai peristiwa seperti ini penting untuk menghindari misinformasi, khususnya dalam kaitannya dengan cuaca ekstrem.***

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan