SUBANG || ONTV.CO.ID – Para nelayan di Kampung Pelelangan Ikan, Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengeluhkan pendangkalan sungai yang semakin menyulitkan aktivitas mereka. Pendangkalan ini berdampak besar terhadap kelancaran keluar masuk kapal nelayan, serta proses penjualan hasil tangkapan mereka.

Pendangkalan sungai Blanakan menyebabkan kapal nelayan, terutama yang berukuran di atas 8 Gross Ton (GT), sering terjebak lumpur ketika hendak bersandar di dermaga. Akibatnya, banyak nelayan harus menunggu air pasang atau bahkan menggunakan kapal lain untuk menarik kapal mereka agar bisa berlayar.
Selain menghambat kegiatan melaut, kondisi ini juga berdampak negatif terhadap proses pelelangan ikan. Nelayan sering terlambat menjual hasil tangkapan mereka karena sulitnya akses keluar masuk kapal, yang berujung pada kendala dalam distribusi ikan di pasar.
Menurut salah seorang nelayan, M. Rozi, masalah pendangkalan ini juga terjadi di sungai Muara Ciasem, wilayah Pantura Subang.
“Dengan pendangkalan ini, kami kesulitan ketika akan berlabuh ataupu berangkat mencari ikan,” ujar M. Rozi.(4/5/2025)
Ia juga mengatakan, perahu besar kadang harus menunggu air pasang agar bisa berangkat ke laut untuk mencari ikan.
Para nelayan berharap pemerintah Kabupaten Subang segera mengambil langkah konkret dengan melakukan normalisasi sungai secara reguler guna mengatasi persoalan ini.
Pendangkalan sungai telah menjadi tantangan serius bagi komunitas nelayan Pantura. Tanpa adanya tindakan segera, mereka khawatir kondisi ini akan semakin memperburuk mata pencaharian serta ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.(AHD)












