InsfrastrukturPeristiwa

Tagih Janji! Warga Lampung Selatan Tanam 70 Kg Ikan Lele di Jalan Rusak, Bupati Ikut Mancing di Jalan Rusak

×

Tagih Janji! Warga Lampung Selatan Tanam 70 Kg Ikan Lele di Jalan Rusak, Bupati Ikut Mancing di Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG SELATAN || ONTV.CO.ID – Warga Kecamatan Palas, Lampung Selatan, melakukan aksi unik untuk memprotes kondisi jalan yang rusak parah selama lebih dari 10 tahun. Mereka menabur 70 kilogram ikan lele di kubangan air yang terbentuk di jalan berlubang, sebagai simbol ketidakpuasan terhadap pemerintah daerah yang belum melakukan perbaikan.

Jalan yang menghubungkan enam desa, yaitu Desa Bumi Daya, Tanjung Jaya, Bumi Asri, Bumi Asih, Bumi Restu, dan Pulau Jaya, telah lama menjadi keluhan warga. Kondisi jalan yang berlumpur dan berlubang menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani yang bergantung pada akses tersebut untuk mengangkut hasil panen.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Aksi Kreatif Warga

Selain menebar ikan lele, warga juga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk sindiran terhadap pemerintah daerah.

Mereka berharap aksi ini dapat menarik perhatian dan mendorong percepatan perbaikan infrastruktur.

“Kami sudah lelah dengan janji-janji. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi kami, tapi sudah 10 tahun tidak ada perbaikan. Kalau tidak segera diperbaiki, mungkin nanti kami bisa panen ikan di sini,” ujar Sumedi, salah satu warga yang ikut dalam aksi.

Respons Pemerintah

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turun langsung ke lokasi dan bahkan ikut memancing di kubangan jalan rusak sebagai bentuk dukungan terhadap protes warga.

Ia berjanji akan memperbaiki jalan sepanjang lima kilometer dalam dua bulan ke depan menggunakan dana APBD.

“Saya mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Terima kasih sudah beraspirasi dengan cara yang unik dan kreatif,”kata Egi dalam pernyataannya.

Ia juga menjelaskan bahwa perbaikan jalan telah menjadi prioritas sejak dirinya dilantik, namun membutuhkan proses pelaksanaan karena APBD sudah ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya.

Harapan Warga

Warga berharap janji perbaikan jalan segera direalisasikan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas mereka tidak lagi terganggu.

“Saya ingin melihat jalan ini bagus sebelum saya meninggal. Kasihan anak cucu kami. Kalau jalan bagus, hasil pertanian bisa cepat sampai ke pasar,” ujar Mbah Pon, salah satu warga yang telah lama menantikan perbaikan.

Aksi protes kreatif ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa infrastruktur yang baik adalah kunci kesejahteraan masyarakat. Kini, warga menunggu apakah janji perbaikan benar-benar akan terwujud dalam waktu dekat.***

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan