SUBANG || ONTV.CO.ID – Intensitas hujan tinggi beberapa hari lalu akibatkan beberapa titil di wilayah pantai utara Kabupaten Subang terendam banjir. Selain merendam pemukiman, banjir juga berdampak pada lahan persawahan di beberapa wilayah.

Seperti yang di wilayah Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ratusan hektar lahan persawahan di tiga desa yakni Desa Langensari, Muara dan Desa Blanakan yang terendam banjir.
Untuk Desa Blanakan sendiri ada sekitar 200 hektar lahan persawahan yang sudah ditanami terancam gagal tanam apabila tanaman dan mundurnya musim tanam.
Menurut sejumlah petani, selain curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari yang lalu, buruknya sistem pembuangan air menjadi penyebab air tidak bisa mengalir lancar menuju laut.
“Tanaman padi ini sudah terendam selama 3 sampai 4 hari, kemungkinan air selain dari hujan juga berasal dari daerah lain melalui saluran pembuangan dan kemungkinan ditambah oleh air rob dari laut,” ujar Herman, salah seorang petani yang ditemui ontv.co.id di lokasi.(31/1/2025)
Herman menambahkan, padi yang baru berumur sekitar 30 hari jika terus terendam air yang <span;>akan busuk dan beresiko mati.
Kerugian petani ditaksir sekitar 8 juta perhektar apabila gagal tanam akibat tanaman padinya mati.
Kini petani hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius untuk mencari solusi banjir di lahan persawahan mereka yang kerap terjadi di musim penghujan.(ahd)












