KARAWANG || ONTV.CO.ID – Ditemui di Desa Muara pada Rabu (30/10/2024), H. Elyasa Budiyanto sebagai kuasa hukum nelayan Desa Muara ketika dikonfirmasi ONTV.CO.ID terkait gugatan class action yang diajukan di Pengadilam Negeri (PN) Karawang, mengutarakan beberapa hal.
Perlu diketahui bahwa nelayan Desa Muara yang berjumlah hampir 500 orang yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Setia Bahari dan KUB Sinar Baru didampingi kuasa hukum ‘Elyasa Budiyanto & Associates’, tertanggal 15 Oktober 2024 mengajukan gugatan class action ke PN Karawang.
“Nelayan melalui kami sebagai kuasa hukum menuntut PT. Jawa Satu Power (JSP) terkait kerusakan alam yang berdampak pada rusaknya ekosistem yang mempengaruhi mata oencaharian mereka,” jelas H. Elyasa Budiyanto.(30/10/2024)
H. Elyasa mengatakan bahwa nelayan yang berada di wilayah Desa Muara Cilamaya Karawang dan Muara Grinting Cilamaya Girang Subang menuntut pemulihan mata pencaharian mereka.

“Terjadi penurunan yang signifikan pada penghasilan mereka yang meruoakakn nelayan harian, tadinya mencari ikan di wilayah yang tidak jauh dari pesisir mendapatkan Rp. 300 ribu kini bisa cuma Rp. 30 ribu,” ungkap H. Elyasa.
H. Elayasa mengutarakan bahwa kini nelayan harian harus melaut lebih jauh lagi untuk mendapatkan hasil tangkapan seperti sebelum adanya PLTGU.
“Hal ini berakibat pada meningkatnya cost atau biaya untuk melaut, namun itu juga tidak menjamin mereka mendapatkan hasil maksimal,” ujar H. Elyasa.
Sadeli selaku Ketua KUB Setia Bahari menegaskan tuntutan mereka adalah pemulihan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga mereka.
“Sekarang kita harus melaut lebih jauh lagi dan berarti penggunaan solar harus lebih banyak, itupun tidak menjamin hasil tangkapan,” keluh Sadeli.
Sadeli juga mengungkapkan peristiwa yang dialami rekannya sesama nelayan ketika memaksakan melaut lebih jauh hingga 67 mil dari pantai dengan perahu kecil mengalami kecelakaan tertabrak kapal besar.
“Bagaimanapun kami di sini merupakan mayoritas nelayan harian dengan perahu kecil sehingga tidak mungkin melaut lebih jauh,” jelas Sadeli.
Nelayan berharap ada solusi dari permasalahan ini karena hal ini berdampak pada penghidupan keluarga mereka.(nanang suparman)












