LOMBOK-NTB || ONTV.CO.ID – Kelompok pengusaha roti dan kue rumahan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menyuarakan protes keras terhadap kebijakan terbaru Badan Gizi Nasional (BGN) RI terkait program Menu Bergizi Seimbang (MBG). Kebijakan pemangkasan menu MBG yang hanya memperbolehkan distribusi makanan basah selama lima hari dinilai tidak pro rakyat dan berpotensi melumpuhkan usaha kecil serta industri rumahan.
UMKM Menjerit, Lapangan Kerja Terhenti
Para pelaku usaha kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari produksi kue dan roti untuk program MBG mengaku kehilangan harapan. Kebijakan penghentian menu kering dianggap memutus mata pencaharian ribuan pekerja industri rumahan di Lombok.
“Program MBG awalnya kami anggap berkah, tapi kini justru membunuh usaha kecil dan melumpuhkan ekonomi kerakyatan,” ungkap Silvi, salah satu pengusaha kue dan roti rumahan.
Dinilai Bertentangan dengan Harapan Presiden
Silvi menambahkan, kebijakan BGN RI ini tidak sejalan dengan semangat pemberdayaan UMKM yang selama ini digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan kebijakan ini, bapak telah memutus mata pencaharian kami dan mencederai harapan presiden yang peduli terhadap pelaku usaha kecil,” tegasnya.
Tuntutan Pengusaha Roti Lombok
Kelompok pengusaha roti dan kue Lombok-NTB menuntut agar BGN RI segera mencabut kebijakan pemangkasan menu MBG. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak memiliki nilai pemberdayaan dan justru menghambat pertumbuhan ekonomi rakyat kecil.
“Kami mengecam kebijakan ini karena bertentangan dengan hajatan serta harapan presiden. Kami minta BGN RI turun langsung melihat kondisi kami di lapangan,” tambah Silvi.
(Aden)












