HERBAL || ONTV.CO.ID – Di tengah maraknya penggunaan obat kimia, masyarakat Indonesia masih mewarisi berbagai ramuan tradisional untuk mengatasi diare, salah satunya melalui pemanfaatan akar-akaran herbal. Sejumlah tanaman yang tumbuh di pekarangan atau hutan ternyata menyimpan khasiat luar biasa dalam meredakan gangguan pencernaan ini.
Salah satu yang paling dikenal adalah akar jeruk nipis. Selain buahnya yang kaya vitamin C, akarnya juga dipercaya mampu meredakan diare. Rebusan akar jeruk nipis yang telah dibersihkan kerap digunakan masyarakat pedesaan sebagai minuman penyegar sekaligus penyembuh alami.
Tak kalah populer, akar bayam duri juga menjadi andalan. Dengan tambahan gula aren, akar ini direbus hingga airnya tersisa setengah gelas. Ramuan ini diminum sebelum makan dan dipercaya membantu mengatasi diare ringan hingga sedang.
Sementara itu, akar pepaya juga disebut-sebut memiliki senyawa yang memperbaiki fungsi saluran pencernaan. Air rebusannya digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan gejala diare.
Pakar tanaman obat dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Retno Wulandari, menyebut bahwa akar-akaran ini mengandung senyawa tanin, flavonoid, dan alkaloid yang bersifat antimikroba dan astringen.
“Ramuan tradisional ini bukan sekadar mitos, tapi telah digunakan turun-temurun dan terbukti secara empiris,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam penggunaannya. Dosis yang tidak tepat atau bahan yang tidak higienis bisa menimbulkan efek samping. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap disarankan, terutama untuk anak-anak dan lansia.***












