SUBANG || ONTV.CO.ID – Sejumlah wilayah di Kecamatan Blanakan menghadapi ancaman serius akibat serangan hama sundep pada tanaman padi. Kepala UPTD Pertanian Blanakan, Sawinan menegaskan bahwa diperlukan pencegahan intensif sejak tahap persemaian benih hingga pembuahan agar tanaman padi tetap sehat dan produktif. Jika tidak ditangani dengan baik, hama ini dapat mengakibatkan gagal panen bagi para petani.
Sawinan menjelaskan bahwa hama sundep berasal dari kupu-kupu putih yang hinggap di tanaman padi untuk bertelur. Setelah telur menetas, larva yang muncul akan masuk ke dalam batang dan menggerogoti jaringan tanaman, menyebabkan kerusakan serius.
“Apabila penetasan telur terjadi saat fase pertumbuhan, maka tanaman padi akan menguning sehingga pertumbuhan tidak akan maksimal, bahkan tanaman padi bisa mati. Sedangkan jika terjadi saat fase pembuahan, maka bulir padi yang keluar akan putih dan kosong, atau disebut beluk,” ujar Sawinan, saat ditemui usai Rapat Minggon di Aula Kecamatan Blanakan, Selasa (29/4/2025).
Untuk mencegah serangan hama sundep, Sawinan menyarankan beberapa langkah berikut:
- Penyemprotan pada saat yang tepat, untuk mencegah serangan kupu-kupu, salah satunya saat bulan purnama.
- Penyemprotan serentak saat ada serangan kupu-kupu putih agar tidak hinggap dan bertelur di tanaman padi.
- Kekompakan petani dalam menerapkan metode penyemprotan bersama, sehingga hama tidak berpindah ke lahan lain.
- Menaburkan furadan sebagai langkah tambahan untuk mengendalikan populasi hama di lahan pertanian.
“Jika petani bisa bekerja sama dalam melakukan penyemprotan, maka kupu-kupu akan menjauh dari wilayah pertanian kita,” tambahnya.
Ancaman hama sundep di Kecamatan Blanakan menjadi perhatian serius bagi para petani dan pihak pertanian setempat. Dengan penerapan pencegahan yang tepat dan koordinasi yang baik, dampak negatif terhadap hasil panen dapat dikurangi, sehingga petani bisa tetap mendapatkan hasil produksi yang optimal.(Ns)












