LOMBOK-NTB || ONTV.CO.ID — Ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII NTB menjadi sorotan tajam publik setelah video kontes Miss Giamour viral di media sosial pada Senin (28/7/2025). Beberapa pihak menilai Kontes tersebut tidak pantas karena menampilkan adegan eksplisit yang dianggap mencederai moral serta identitas budaya Pulau Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.
Salah satu kritik keras datang dari tokoh agama Abah Muazhar Habibi, yang melalui siaran langsung di Facebook mengungkapkan kekecewaannya terhadap panitia FORNAS. Ia menilai penyelenggara tidak selektif dalam menetapkan cabang perlombaan yang layak dipertontonkan.
“Sangat disayangkan kegiatan seperti ini berlangsung di Lombok. Kontes tersebut tidak mendidik dan bahkan bisa ditonton anak-anak. Ini eksploitasi tubuh perempuan, bukan bagian dari olahraga rekreasi,” tegas Abah Muazhar.
Abah Muazhar juga menyerukan agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB segera menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut.
Video kontes yang menunjukkan peserta memperlihatkan bagian tubuh seperti dada dan pantat dengan pakaian eksotis telah viral dan menjadi trending topic di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mempertanyakan standar seleksi lomba dan etika penyelenggaraan acara nasional yang dihadiri jutaan pasang mata dari seluruh Indonesia.
Keprihatinan masyarakat semakin mendalam mengingat citra religius Pulau Lombok yang selama ini dijaga melalui berbagai program keagamaan dan sosial. Konten yang dianggap vulgar tersebut dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal dan dapat berdampak negatif terhadap generasi muda.
(den)












