LOMBOK-NTB || ONTV.CO.ID — Menjelang gelaran Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB), sejumlah pihak mulai menyoroti kurangnya publikasi dari panitia pelaksana. Kegiatan berskala nasional ini dinilai belum terlihat gaungnya di tengah masyarakat NTB, meskipun pelaksanaannya tinggal menghitung hari.
Salah satu pemerhati publik, Eko Rahady, SH, menyampaikan keprihatinannya atas minimnya informasi publik terkait FORNAS VIII. Menurutnya, sosialisasi melalui media massa, media sosial, hingga pemasangan spanduk dan banner masih sangat terbatas.
“Langkah publikasi seharusnya sudah masif sejak jauh hari, agar masyarakat luas mengetahui dan turut serta menyemarakkan FORNAS VIII ini. Sayangnya, hingga kini saya belum melihat penyebaran informasi yang menyeluruh,” ungkap Eko, Kamis (26/6).
Ia menambahkan, sebagai tuan rumah, NTB seharusnya menunjukkan kesiapan maksimal tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi komunikasi publik. Bahkan, menurutnya, di sejumlah daerah seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, KLU, hingga Sumbawa dan Bima, belum terlihat satu pun spanduk atau materi visual promosi FORNAS.
“Padahal kegiatan ini melibatkan sekitar 15 ribu peserta dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Ini momen besar yang seharusnya menjadi kebanggaan bagi NTB,” jelasnya.
Eko juga menyoroti penggunaan anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp28 miliar. Dengan nilai sebesar itu, ia berharap publikasi bisa menjangkau seluruh pelosok NTB, bukan hanya terkonsentrasi di Kota Mataram.
“Event nasional ini jangan sampai hanya terasa lokal. Warga butuh informasi visual—bukan semua orang punya akses ke berita online atau media massa. Spanduk, banner, atau pamflet sangat penting untuk menjangkau masyarakat umum,” tegasnya.
Ia menilai FORNAS VIII berpotensi menjadi panggung prestasi dan promosi budaya daerah, tetapi upaya menuju hal itu akan sia-sia jika publikasi tidak dilakukan secara merata.
(Den)












